Pelopor.id | Bangsa Indonesia tengah dihadapkan pada tantangan globalisasi dan kehadiran revolusi industri 4.0. Untuk merespon tantangan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah dan segenap masyarakat harus bersatu menguatkan iklim nasional dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pemerintah juga telah mencanangkan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) sebagai upaya akselerasi pembangunan karakter bangsa Indonesia. Hal itu demi segera terciptanya bangsa yang berintegritas dan memiliki jiwa gotong-royong untuk mewujudkan kemajuan bangsa dan negara Indonesia yang berdaulat, berdikari dan berkepribadian berlandaskan Pancasila.
“Perubahan itu terwujud dalam perilaku birokrasi yang lebih melayani ketimbang dilayani, penerapan pola hidup bersih dan sehat dalam perilaku sosial, mandiri dalam ekonomi, serta bersatu dalam keanekaragaman,” ujar Menko PMK Muhadjir Effendy, saat mewakili Presiden Joko Widodo menjadi pembicara pada Seminar Nasional Kebangsaan yang digelar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta secara daring, pada Senin (15/11/2021).
Baca juga: Menko PMK Minta Adanya Kerja Bakti Rutin Saat Kunjungi Kampung Nelayan Kumuh Papua
Kemenko PMK juga turut berkomitmen menjalankan mandat dalam melaksanakan program revolusi mental dengan prioritas pembangunan manusia unggul. Beberapa hal penting yang sejalan dengan prinsip GNRM ialah meliputi watak dan sikap mental yang berintegritas dan beretos kerja. Selain itu, menurut Muhadjir, budaya gotong-royong yang mensinergikan segala sumber daya bangsa Indonesia maju serta nilai-nilai dasar kebangsaan yang berasal dari kearifan lokal yang hidup subur dan memandu perjalanan bangsa.
“SDM Indonesia yang unggul tidak hanya profesional, tetapi juga harus memiliki kepribadian yang kuat sebagai bangsa Indonesia yang senantiasa menjalankan nilai karakter bangsa berlandaskan budaya, kearifan lokal, dan nilai-nilai luhur Pancasila ke dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” ungkap Muhadjir.
Turut diundang pada kesempatan itu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol Muhammad Najib, Duta Besar RI untuk Republik Turki Lalu Muhammad Iqbal, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini, Rektor UMY Gunawan Budiyanto, beserta jajaran dan seluruh sivitad akademika UMY. []












