Pelopor.id | Jakarta – YouTube, memutuskan berhenti membuat video ‘Rewind’ akhir tahun depan. Alasannya, platformnya telah menjadi sangat besar sehingga tidak mungkin untuk merangkum luas dan keragamannya dalam kompilasi berdurasi beberapa menit.
YouTube mengkonfirmasi mereka menghapus ringkasan tahunan untuk selamanya. Sebelumnya, Video YouTube Rewind telah mengumpulkan lebih dari 19 juta dislike, dibandingkan 3 juta like.
Namun, Youtube mengklarifikasi mereka tidak meninggalkan proyek itu lantaran kritik, tetapi merasa bahwa satu video tidak dapat mencerminkan “keseluruhan” dari komunitas pembuatnya.
“Rewind dimaksudkan sebagai melihat kembali pembuat, video, dan tren paling berpengaruh tahun ini, tetapi tahun 2020 berbeda. Dan rasanya tidak benar untuk melanjutkan seolah-olah tidak. Jadi, kami mengambil jeda dari Rewind tahun ini,” kata platform itu setahun lalu.
Sementara itu, YouTube mengatakan bahwa mereka sedang merencanakan “pengalaman” baru bagi jutaan pembuatnya.
“Terima kasih kepada semua pembuat konten yang terlibat dalam Rewind kami akan menjadi pengalaman untuk Rewind Anda saat kami memfokuskan kembali energi kami untuk merayakan Anda dan tren yang menjadikan YouTube dengan jenis pengalaman yang berbeda dan diperbarui,” tulis akun YouTube Creators di Twitter.
Thank you to all the creators involved in Rewind – we’ll be 👀 for your Rewinds as we refocus our energies on celebrating you and the trends that make YouTube 🔥 with a different and updated kind of experience – stay tuned! → https://t.co/kI69C24eL0
— YouTube Creators (@YouTubeCreators) October 7, 2021
Rewind, pertama kali dibuat pada tahun 2011 dan menjadi salah satu agenda tahunan YouTube yang paling dinantikan. Namun, pada 2020 Rewind tidak diproduksi lantaran tak banyak yang bisa dirayakan dalam bentuk video akibat pandemi virus corona yang melanda hampir seluruh dunia.
Perusahaan ciptaan Steve Chen, Chad Hurley, and Jawed Karim ini juga sempat mendapat banyak hujatan lewat video Rewind tahun 2018. Sementara Para kreator konten menganggap YouTube mengabaikan komunitas platform video dengan menampilkan selebriti mainstream daripada YouTuber lokal. []












