Pelopor.id | Jakarta – Pabrikan otomotif asal Swedia, Volvo, akan fokus melakukan ekspansi ke pasar mobil listrik dunia, sehingga membutuhkan suntikan modal besar-besaran. Guna mencapai targetnya itu, Volvo bersiap go public serta melakukan IPO di bursa saham Swedia, untuk meraih dana segar dari pasar modal.
Melalui mekanisme IPO, Volvo menargetkan untuk memperoleh dana segar senilai 2 koma 9 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp 41 triliun, yang akan menjadi IPO terbesar di Eropa tahun ini. Sekaligus mendorong naik nilai pasar perusahaan menjadi sekitar 25 miliar dolar Amerika.
“Tahun 2030 adalah tahun terakhir kami memproduksi untuk mobil ICE, dan kami tentu saja ingin mengamankan transformasi itu.”
Menurut CEO Volvo Hakan Samuelson, IPO ini sesuai dengan roadmap mereka untuk menghentikan produksi mobil bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) atau mesin BBM, dan sepenuhnya beralih memproduksi Electric Vehicle atau mobil listrik pada 2030.

“Ada minat yang sangat besar dari investor untuk berinvestasi ke perusahaan pembuat mobil listrik. Minat ini terus tumbuh seiring waktu. Tahun 2030 adalah tahun terakhir kami memproduksi untuk mobil ICE, dan kami tentu saja ingin mengamankan transformasi itu,” tuturnya dikutip dari CNBC Jumat (8/10/2021).
- Baca juga : Mercedes-Benz Akan Bangun 8 Pabrik Baterai Mobil Listrik
- Baca juga : Suntik Isar Aerospace US$ 75 juta, Porsche Terjun ke Industri Luar Angkasa
Bahkan, Volvo juga telah mematok target panjualan untuk mobil listrik. Jika sudah diproduksi masal pada 2024, mobil tersebut ditargetkan mampu terjual hingga 600 ribu unit. Lebih lanjut, Road map itu juga dibarengi dengan rencana Volvo untuk mendirikan pabrik baterai di Eropa pada 2026. []












