Blinken Ingkar Janji Kepada Keluarga Jurnalis Palestina yang Terbunuh

- Editor

Rabu, 27 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken. (Foto: Pelopor.id/Wikimedia Commons/U.S. Department of State)

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken. (Foto: Pelopor.id/Wikimedia Commons/U.S. Department of State)

Pelopor.id | Jakarta – Keluarga jurnalis Palestina-Amerika Shireen Abu Akleh pada hari Selasa mendesak Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken untuk menuntut pertanggungjawaban dari Israel, namun pemerintah AS menolak seruan untuk membuka penyelidikannya sendiri.

Diplomat top AS itu mengundang kerabat dari wartawan veteran Al Jazeera, yang terbunuh pada 11 Mei ketika dia meliput serangan Israel di Tepi Barat yang diduduki, untuk sebuah pertemuan di Washington setelah mereka gagal mencoba menemui Presiden AS Joe Biden dalam kunjungannya ke daerah awal bulan ini.

“Jika tidak ada pertanggungjawaban atas pembunuhan Shireen, maka ini memberi lampu hijau bagi pemerintah lain untuk membunuh warga Amerika,” kata Lina Abu Akleh keponakan jurnalis berusia 27 tahun kepada AFP.

Lina yang bergabung dengan saudara laki-laki jurnalis yang terbunuh itu, mengatakan bahwa Blinken mengakui kekhawatiran keluarga tentang kurangnya transparansi dan berjanji untuk membangun saluran komunikasi yang lebih baik.

Namun dia mengatakan “tidak berkomitmen untuk apa pun” atas seruan keluarga untuk penyelidikan independen AS atas kematian jurnalis terkemuka Palestina, yang juga memegang kewarganegaraan AS.

Sebelumnya pada 4 Juli, AS merilis sebuah pernyataan yang mengatakan Abu Akleh kemungkinan tewas akibat tembakan Israel, namun tidak ada bukti pembunuhannya disengaja dan peluru itu terlalu rusak untuk sebuah temuan konklusif.

Keluarga menuntut pencabutan pernyataan itu, yang sebagian didasarkan pada tinjauan AS atas penyelidikan Israel dan Palestina yang terpisah.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price menunjuk pernyataan 4 Juli ketika ditanya apakah Blinken mendukung penyelidikan baru AS.

“Kami percaya bahwa dengan menerbitkan temuan, itu menunjukkan komitmen kami untuk melakukan penyelidikan yang kredibel, penyelidikan yang menyeluruh dan, yang penting, penyelidikan yang berujung pada akuntabilitas,” kata Price.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Parlemen Sri Lanka Bakal Memilih Pengganti Gotabaya Rajapaksa

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 17:37 WIB

Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:01 WIB

Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:24 WIB

Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 22:17 WIB

Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua

Senin, 2 Maret 2026 - 00:23 WIB

Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:53 WIB

Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:36 WIB

Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Selasa, 6 Januari 2026 - 02:39 WIB

Transformasi Menuju Bank Berorientasi Global, Bank Jakarta Resmi Luncurkan Kartu Debit Visa

Berita Terbaru