Komisi Eropa Diminta Terapkan Batas Suhu Maksimum Bagi Pekerja Lapangan

- Editor

Senin, 25 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gelombang panas. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi gelombang panas. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Jakarta – Serikat pekerja meminta Komisi Eropa memberlakukan batas suhu maksimum bagi pekerja lapangan, setelah tiga orang meninggal saat sedang bekerja di Madrid, Spanyol, selama gelombang panas yang menyengat pekan lalu.

Sejumlah negara anggota memang memiliki undang-undang yang membatasi jam kerja di panas yang berlebihan, namun ambang batasnya bervariasi dan banyak negara tidak memiliki batas panas nasional.

“Pekerja berada di garis depan krisis iklim setiap hari dan mereka membutuhkan perlindungan untuk menyesuaikan bahaya yang semakin meningkat dari suhu ekstrem,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Buruh Eropa Claes-Mikael Stahl, seperti dilansir dari AFP.

Konfederasi Serikat Buruh Eropa atau The European Trade Union Confederation (ETUC) mengatakan bahwa sebagian besar negara Uni Eropa tidak memiliki undang-undang suhu maksimum untuk tempat kerja, meskipun Belgia, Hongaria dan Latvia memiliki pembatasan aktivitas.

Di Prancis yang saat ini tidak ada batasan suhu kerja, 12 pekerja telah meninggal karena paparan panas pada tahun 2020 saja, kata serikat pekerja.

Spanyol, tempat tiga pekerja tewas dalam cuaca panas ekstrem pekan lalu, memang memiliki batasan suhu, tetapi hanya untuk profesi tertentu.

Salah satunya adalah seorang pembersih jalan berusia 60 tahun dengan kontrak satu bulan. Ia meninggal di Madrid pada hari Sabtu, setelah pingsan di jalan akibat sengatan panas saat bekerja pada hari sebelumnya. Saat itu suhu di Madrid mendekati 40C.

“Pekerja berada di garis depan krisis iklim setiap hari dan mereka membutuhkan perlindungan untuk menandingi bahaya yang semakin meningkat dari suhu ekstrem,” kata Stahl.

Dengan suhu rata-rata global lebih dari 1,1C lebih hangat daripada era pra-Industri, Eropa dilanda lebih banyak dan lebih banyak lagi rekor musim panas.

Baca Juga :   Gogoro Resmi Masuk Nasdaq, Sahamnya Naik 10% di Hari Pertama

Pemanasan global akan terus membuat gelombang panas yang mematikan lebih sering dan intens dengan tingkat polusi karbon atmosfer yang semakin tinggi, kata para ilmuwan.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 17:37 WIB

Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:01 WIB

Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:24 WIB

Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 22:17 WIB

Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua

Senin, 2 Maret 2026 - 00:23 WIB

Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:53 WIB

Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:36 WIB

Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Selasa, 6 Januari 2026 - 02:39 WIB

Transformasi Menuju Bank Berorientasi Global, Bank Jakarta Resmi Luncurkan Kartu Debit Visa

Berita Terbaru