Dokter AS Terlibat dalam Ketidakpastian Hukum Atas Aborsi

- Editor

Senin, 18 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi dokter. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi dokter. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Jakarta – Tak lama setelah negara bagian Ohio, Amerika Serikat (AS) melarang aborsi begitu detak jantung janin terdeteksi, dokter Mae Winchester mendapatkan seorang pasien yang harus diaborsi demi menyelamatkan hidupnya.

Pasiennya, yang sedang hamil 19 minggu, bertanya apakah “secara hukum dia akan baik-baik saja dan apakah secara hukum saya akan baik-baik saja,” kata Winchester kepada AFP.

Winchester pun menelepon pengacara rumah sakit dan bertanya bagaimana melindungi pasien itu dari sudut pandang hukum, bagaimana melindungi diri sendiri? Bagaimana dengan perawat dan ahli anestesi yang akan terlibat?

Kekhawatiran itu digaungkan oleh dokter dari berbagai spesialisasi yang terjebak dalam garis bidik undang-undang baru, serta pengacara perawatan kesehatan yang bekerja untuk membantu penyedia menavigasi tanah yang berubah.

“Ini adalah situasi yang aneh di mana dokter harus gugup bahkan ketika mereka memberikan perawatan yang sah untuk kondisi yang berpotensi mengancam jiwa,” kata Harry Nelson, managing partner Nelson Hardiman, firma hukum perawatan kesehatan yang memberi nasihat kepada dokter.

Kekhawatiran itu tidak akan muncul ketika hak nasional untuk aborsi masih dilindungi di bawah konstitusi AS.

Namun, Mahkamah Agung membatalkan putusan Roe v. Wade 1973 pada 24 Juni, dan beberapa negara bagian AS, bergerak cepat untuk membatasi prosedur tersebut, terkadang hanya dengan pengecualian untuk keperluan medis.

Hukuman dalam undang-undang baru bisa berat dan tidak terbatas pada kehilangan lisensi medis seseorang, tetapi juga kemungkinan tuduhan kejahatan, tahun penjara dan denda ribuan dolar.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Malaysia Jadi Pemberhentian Kedua dalam Tur Asia Nancy Pelosi

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 17:15 WIB

Bank Jakarta Salurkan Bantuan Untuk Sahabat Disabilitas Binaan YaSDI

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:01 WIB

Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:24 WIB

Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 22:17 WIB

Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua

Senin, 2 Maret 2026 - 00:23 WIB

Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:53 WIB

Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:36 WIB

Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Selasa, 6 Januari 2026 - 02:39 WIB

Transformasi Menuju Bank Berorientasi Global, Bank Jakarta Resmi Luncurkan Kartu Debit Visa

Berita Terbaru