Jakarta | Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle, pada hari Jumat diharapkan untuk melakukan penampilan publik pertama mereka di Inggris dalam dua tahun, di sebuah kebaktian gereja untuk Ratu Elizabeth II.
Namun sangat disayangkan bahwa pihak Istana Buckingham menyebut sang ratu tidak menghadiri kebaktian, akibat masalah mobilitas dan mengalami “ketidaknyamanan” setelah dua kali tampil di depan umum di balkon, setelah parade militer Trooping the Colour.
Ratu diduga terlalu lelah setelah melakukan peluncuran empat hari perayaan untuk Platinum Jubilee-nya yang bersejarah, memecahkan rekor 70 tahun di atas takhta.
“Mempertimbangkan perjalanan dan aktivitas yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam layanan syukur nasional (Jumat) di Katedral St. Paul, Yang Mulia dengan sangat enggan telah menyimpulkan bahwa dia tidak akan hadir,” ujar pihak Istana seperti dilansir dari AFP.
Apa yang digambarkan istana sebagai masalah mobilitas episodik memaksa ratu menarik diri dari “pertempuran” sejak Oktober tahun lalu. Namun pewarisnya, Pangeran Charles (73), akan hadir untuk mewakilinya sebagai bangsawan dengan peringkat paling senior, dalam persiapan untuk perannya di masa depan sebagai raja.
Pada Kamis (02/06/2022), Pangeran Charles berdiri untuk ibunya di Trooping the Colour, memberi hormat dengan menunggang kuda. Sementara Pangeran Harry dan istrinya tidak menonjolkan diri dan dikeluarkan dari penampilan balkon kerajaan, lantaran mereka bukan lagi bangsawan yang bekerja.
Lebih dari 400 orang telah diundang ke kebaktian Jumat, termasuk tenaga kesehatan dan perawatan sosial untuk berterima kasih atas pekerjaan mereka selama pandemi. Kebaktian dirancang untuk merenungkan dan mengenali apa yang dikatakan istana sebagai “pelayanan seumur hidup” sang ratu.[]












