Jakarta | Pria bersenjata yang melakukan penembakan massal di rumah sakit St. Francis Health System kemarin, ternyata mengincar ahli bedah yang telah mengoperasinya, Dr. Phillips.
Kepala Polisi Tulsa Wendell Franklin dalam konferensi pers menyebutkan bahwa tersangka yang diidentifikasi sebagai Michael Louis, baru-baru ini dioperasi oleh ahli bedah Preston Phillips di rumah sakit tersebut dan telah menelepon untuk mengeluhkan sakit punggung yang terus berlanjut.
“Polisi menemukan surat tentang tersangka, yang menjelaskan bahwa dia datang dengan maksud untuk membunuh Dr. Phillips dan siapa pun yang menghalangi jalannya,” kata Franklin seperti dikutip dari AFP.
Selain Phillips, korban lainnya termasuk dokter lain, resepsionis, dan seorang pasien di rumah sakit St. Francis Health System, Tulsa, Oklahoma, Amerika Serikat (AS).
“Mereka menghalangi jalan dan Louis menembak mati mereka, kemudian menembak dirinya sendiri,” kata Franklin.
Disebutkan juga bahwa tersangka membeli senjata semi-otomatis di toko senjata lokal sesaat sebelum penembakan.
Kasus penembakan massal yang terus berulang di AS telah mendorong seruan untuk memperketat undang-undang kontrol senjata, namun anggota parlemen AS telah gagal meloloskan undang-undang baru yang signifikan meskipun kekerasan senjata semakin memburuk.
Seperti diketahui, pekan lalu baru saja terjadi penembakan massal di sebuah sekolah dasar di Texas yang menewaskan 21 orang.[]












