OPEC+ Setujui Peningkatan Produksi Minyak Hingga 50%

- Editor

Jumat, 3 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kapal tanker minyak. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Freiheitsjunkie)

Ilustrasi kapal tanker minyak. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Freiheitsjunkie)

Jakarta | OPEC+ akan meningkatkan ukuran kenaikan pasokan minyaknya sekitar 50%, tunduk pada tekanan berbulan-bulan dari konsumen utama, termasuk Amerika Serikat (AS), untuk membantu meringankan dampak tingginya harga energi.

Menurut delegasi yang tak ingin disebutkan namanya, para menteri sepakat pada Kamis (02/06/2022) bahwa kelompok tersebut harus menambahkan 648.000 barel minyak per hari ke pasar pada Juli dan Agustus, naik dari 432.000 barel per hari dalam beberapa bulan terakhir.

Kenaikan akan dibagi secara proporsional antara anggota dengan cara biasa, kata delegasi seperti dilansir dari Bloomberg. Negara-negara yang belum mampu menaikkan produksi, seperti Angola, Nigeria dan Rusia, masih akan mendapat alokasi kuota yang lebih tinggi.

Hal itu bisa berarti bahwa peningkatan pasokan sebenarnya lebih kecil dari angka resmi, seperti yang sering terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Peningkatan pasokan tambahan dari OPEC+ mungkin akan datang dari beberapa negara. Hanya Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) yang memiliki volume kapasitas cadangan signifikan yang dapat ditingkatkan dengan cepat. Banyak anggota lain telah berjuang untuk mencapai target output mereka selama berbulan-bulan.

Produksi Rusia telah turun signifikan sejak invasi ke Ukraina dengan kombinasi sanksi barat, kesulitan pengiriman dan penolakan dari sejumlah pelanggan tradisional. Menurut Badan Energi Internasional, produksinya 1,3 juta barel per hari di bawah target OPEC+ pada April.

OPEC+ adalah kelompok dari 24 negara penghasil minyak, terdiri dari 13 anggota OPEC dan 11 anggota non-OPEC lainnya.

Negara-negara yang tergabung dalam OPEC adalah Iran, Irak, Kuwait, Arab Saudi, Venezuela, Aljazair, Angola, Kongo, Guinea Khatulistiwa, Gabon, Libya, Nigeria, UEA.

OPEC+ termasuk Azerbaijan, Bahrain, Brunei Darussalam, Kazakhstan, Malaysia, Meksiko, Oman, Filipina, Rusia, Sudan dan Sudan Selatan.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Startup Mobil Listrik Jidu Auto Raih Pendanaan USD 400 Juta

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:55 WIB

Psy dan P Nation Minta Maaf atas Kasus Obat Psikotropika

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Senin, 18 Mei 2026 - 01:41 WIB

Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB