Jakarta – Media asing, ramai menyorot pertemuan Presiden RI Joko Widodo dengan CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk beberapa waktu lalu. Mereka membicarakan, kemungkinan Indonesia bisa dapat investasi dari dua perusahaan yang dikendalikan Elon Musk tersebut.
Elon Musik sendiri usai bertemu dengan Jokowi mengatakan, bahwa Indonesia memiliki potensi besar dan pihaknya siap mencoba beberapa kerja sama lewat Tesla dan SpaceX.
“Saya rasa Indonesia memiliki potensi yang besar, dan saya rasa kita melalui Tesla dan SpaceX akan mencoba beberapa kerja sama dengan Indonesia,” tutur Elon Musk kala itu.
“Kita akan melihat dari dekat bentuk kerja sama di banyak hal, karena Indonesia memiliki banyak potensi. Apalagi Indonesia memiliki jumlah populasi dan terus berkembang. Ini bagus karena kita membutuhkan banyak orang di masa depan,” sambungnya.
Media Asing yang berbasis di New York, Amerika Serikat, TheStreet menganalisa, Produsen Mobil Listrik, Tesla butuh meningkatkan volume produksinya menjadi 20 juta unit per tahun. Selain itu, mereka perlu mengamankan bahan mentah baterai listrik.

Sedangkan Pabrik Tesla di Austin, Texas; Freemont, California; Berlin, Jerman; dan Shanghai, China, dinilai belum cukup untuk memenuhi target produksi itu.
Sebelumnya, CEO Tesla, Elon Musk pada pada kuartal 1 2022 sudah mengatakan akan mengumumkan lokasi pabrik baru di akhir 2022.
Kemudian, terjadi pertemuan antara Elon Musk dengan Presiden Jokowi yanh berlangsung pada 14 Mei 2022 di Boca Chica, markas SpaceX.

Indonesia merupakan produsen utama nikel, pemerintah Jokowi sedang berupaya memperluas pertambangan dan pemurnian. Salah satu caranya, dengan memberlakukan larangan ekspor nikel untuk memaksa perusahaan untuk menetap, mendirikan pabrik sehingga dapat menciptakan lapangan kerja.
Indonesia pun sebelumnya telah sukses menandatangani perjanjian senilai US$9,8 miliar dengan grup Korea Selatan LG untuk memproduksi baterai lithium, yang ditujukan untuk kendaraan listrik. Seperti diketahui Baterai lithium membutuhkan nikel.
Sementara pembicaraan Indonesia dengan Tesla sudah dimulai tahun 2020 lalu. Deal Tesla dengan Indonesia, bisa berarti Elon Musk mengamankan pasokan nikel dan baterai untuk Tesla.

Di samping itu, ada juga pembicaraan Indonesia dengan SpaceX yang menawarkan Papua Barat untuk tempat peluncuran baru perusahaan tersebut.
Prediksi TheStreet, dalam skenario terbaik, Indonesia bisa mendapatkan keduanya (Tesla dan SpaceX) sekaligus. Mereka juga menebak, pengumuman bakal dilakukan bersamaan dengan agenda pertemuan G20 di Indonesia.
“Jika ada persetujuan antara Indonesia dan Tesla dan SpaceX, itu bisa ditandatangani bulan November karena Indonesia akan mengadakan B20 Summit dengan pemimpin bisnis di pertengahan November, sebelum G20,” tulis TheStreet.
Kebetulan, Elon Musk sebelumnya diberitakan berencana datang ke Indonesia pada November 2022. []












