Nielsen: Fashion Juarai Survei Belanja Ritel Online

- Editor

Senin, 18 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi belanja online. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/HutchRock)

Ilustrasi belanja online. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/HutchRock)

Jakarta | Perusahaan riset pasar Nielsen baru-baru ini merilis hasil survei yang menyebutkan bahwa Produk fesyen menempati urutan teratas item belanja online paling populer di Thailand. Sementara itu, banyak industri tertarik pada saluran digital untuk meningkatkan penjualan, terutama bahan makanan dan peralatan listrik.

Dalam survei terkait, raksasa e-commerce Lazada telah mengindikasikan pembeli wanita adalah pemburu barang murah terbesar secara online.

Menurut survei konsumen triwulanan “Nielsen Consumer Media View”, pembelian produk fesyen, seperti pakaian, sepatu, dan aksesori, mencapai pertumbuhan 206% dari 2019, sebelum dimulainya pandemi. Survei itu mengukur pendapat lebih dari 9.000 orang di Thailand.

Melansir Bangkok Post, Senin (18/04/2022), survei menemukan produk kesehatan, seperti suplemen dan vitamin, adalah kategori produk dengan pertumbuhan tercepat yang dibeli pelanggan secara online, melonjak 798% dari 2019. Pandemi dikaitkan dengan pertumbuhan karena konsumen menjadi lebih sadar kesehatan dan mengadopsi perilaku mempromosikan kesehatan.

Menurut Nielsen, karena semakin banyak orang yang bekerja dari rumah, layanan pesan-antar makanan juga berkembang pesat, dengan aplikasi terkait mengalami pertumbuhan 647% dari tahun 2020. Kenyamanan dan kecepatan adalah alasan lain pengguna beralih ke layanan pemesanan makanan online.

Kemudian berdasarkan data layanan pemantauan pengeluaran iklan Nielsen Ad Intel, iklan digital telah menjadi tren utama di Thailand. Belanja iklan digital telah tumbuh 11% dari tahun 2020 dengan banyak industri beralih ke saluran digital, terutama bahan makanan dan produk listrik.

Iklan digital adalah saluran yang dipercaya oleh netizen, dengan 41% mempertimbangkan untuk membeli produk setelah mereka melihatnya diiklankan secara online, dan 38% membeli produk setelah melihat iklan online, menurut Nielsen.

Saat merek menghadapi tantangan untuk menjangkau konsumen yang tepat karena standar privasi diperketat, Nielsen Digital Ad Ratings memungkinkan merek untuk melihat apakah penargetan iklan relevan dengan audiens dan laba atas investasi iklan yang baik.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Rencana Rehabilitasi Thai Airways Mendapatkan Persetujuan Kreditur

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 01:33 WIB

LaLaLa Fest 2026 Jakarta Dimeriahkan Kehadiran Rex Orange County

Kamis, 23 April 2026 - 18:10 WIB

Ravel Junardy: Hammersonic 2026 Private Event Demi Martabat Festival

Senin, 20 April 2026 - 18:10 WIB

Echoes, We Hide Hadirkan Nuansa Emo Rock di EP the things we left unsaid after you

Senin, 20 April 2026 - 17:40 WIB

Ade Hubart dan Ian Antono Hadirkan Pesan Optimis di Single Come On

Jumat, 17 April 2026 - 21:11 WIB

Ade Govinda dan Gloria Jessica Luncurkan Lagu Terbelah Jadi Dua

Jumat, 17 April 2026 - 01:54 WIB

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Kamis, 16 April 2026 - 23:26 WIB

Rully Irawan Ceritakan Perjalanan Ayah di Perantauan Lewat Single Markisa

Senin, 13 April 2026 - 13:45 WIB

People Sweet Rilis Final Destination Usai Tur Virtual di Roblox

Berita Terbaru