Impor Tiongkok Terdampak Strategi Nol-Covid yang Ketat

- Editor

Rabu, 13 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ekspor impor. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/cegoh)

Ilustrasi ekspor impor. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/cegoh)

Jakarta | Impor Tiongkok pada Maret lalu menurun untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun terakhir, akibat terpukul oleh kebijakan penguncian atau lockdown Covid-19 dan melemahnya permintaan konsumen.

Seperti diketahui, Tiongkok telah berpegang pada strategi nol-Covid yang ketat, ketika mencoba mengatasi gelombang varian Omicron dalam beberapa bulan terakhir. Kebijakan itupun menghentikan operasi bisnis dan mengacaukan rantai pasokan.

Menurut data Administrasi Bea Cukai Tiongkok, impor turun 0,1 persen dari tahun lalu, penurunan pertama sejak Agustus 2020, pada fase awal pandemi. Tak hanya itu, pertumbuhan ekspor Tiongkok juga melambat di bulan Maret menjadi 14,7 persen, turun dari 16,3 persen dalam dua bulan pertama tahun ini. Neraca perdagangan Tiongkok pada bulan Maret adalah USD 47,4 miliar.

“Data perdagangan Maret menyoroti dampak gangguan terkait pandemi pada aktivitas ekonomi dan belanja konsumen,” kata Kepala Ekonom Asia-Pasifik di S&P Global Market Intelligence Rajiv Biswas yang dikutip dari AFP, Rabu (13/04/2022).

Penguncian baru-baru ini, lanjutnya, di kota-kota besar seperti Shanghai dan Shenzhen telah memukul pengeluaran konsumen dengan keras, sedangkan penutupan sementara pabrik berdampak pada permintaan bahan baku impor.

Menurut Biswas, permintaan Eropa untuk ekspor Tiongkok bisa menjadi risiko utama, mengingat bahwa guncangan makroekonomi dari perang Rusia-Ukraina, terutama harga minyak dan gas yang lebih tinggi dan meningkatnya tekanan inflasi, mengakibatkan penurunan prospek pertumbuhan produk domestik bruto Uni Eropa pada tahun 2022.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Go Public, UMKM Harus Maksimalkan Kualitas Produk Ekspor

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:22 WIB

Westlife Bakal Konser di GBK, Rayakan HUT ke-25 Bareng Fans Jakarta

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:51 WIB

Video Klip Baru Wen & the Wknders: “(Tak Mungkin) Mencari Penggantimu”

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:41 WIB

Sheila on 7 Persembahkan Lagu Sederhana untuk Sheilagank

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Senin, 4 Mei 2026 - 14:49 WIB

Lindee Cremona Tampilkan Vokal Tulus di Single Doa Untuk Ayah

Berita Terbaru