Krisis Obat Landa Rusia, Pemerintah Salahkan Panic Buying

- Editor

Senin, 4 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi obat-obatan. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Pexels)

Ilustrasi obat-obatan. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Pexels)

Jakarta – Krisis obat sedang terjadi di Rusia, tidak hanya di Moskow, sejumlah obat-obatan penting juga mulai susah didapatkan di kota-kota lainnya di Rusia dalam beberapa pekan belakangan ini. Hal ini, sebagai imbas dari berbagai sanksi dari banyak negara kepada Negeri Beruang Merah yang telah menginvansi Rusia.

Otoritas kesehatan setempat dan para pakar menyebut, krisis obat ini terjadi akibat masyarakat terserang panic buying sedangkan para pemasok mengalami kesulitan logistik akibat serbuan berbagai sanksi terhadap Rusia seperti dilansir dari AP Senin, (04/04/2022).

Mereka memprediksi, kondisi tidak akan berlangsung lama atau hanya sementara saja. Tetapi di sisi lain timbul kekhawatiran akan terus menghilangnya obat-obatan berkualitas tinggi di pasar Rusia. Pertama kali laporan adanya kelangkaan obat-obatan mulai muncul pada awal Maret 2022, tak lama setelah serangan Rusia ke Ukraina.

Insulin dan sirup penghilang rasa sakit yang populer untuk anak-anak adalah contoh obat-obatan yang sulit didapatkan di Rusia. Bahkan, ada yang tidak bisa menemukan obat-obatan jenis itu sama sekali.

Komunitas online terbesar di Rusia untuk pekerja medis, Vrachi.Rf yang menyurvei lebih dari 3.000 dokter pada pertengahan Maret terkait kondisi ini menyebut bahwa krisis obat-obatan ini cukup menyulitkan para dokter.

Melalui survei tersebut, para dokter mulai mengalami kekurangan untuk lebih dari 80 obat, antara lain obat antiinflamasi, gastrointestinal, antiepilepsi, antikonvulsan, antidepresan, hingga antipsikotik.

Meski demikian, Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko berulang kali memberikan jaminan bahwa ketersediaan obat tidak menjadi masalah. Ia menyalahkan krisis obat-obatan tersebut pada aksi panic buying. Namun, ia juga mengaku, permintaan obat-obatan tertentu telah melonjak sepuluh kali lipat dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga :   Toyota Jadi Penjual Mobil Nomor Satu Dunia Lagi

Murashko pun mendesak warga Rusia untuk tidak menimbun obat-obatan dan Pemerintah memasukkan lebih banyak obat ke dalam daftar “obat vital” mereka yang berisi lebih dari 800 obat penting serta memastikan agar harganya relatif rendah di pasaran.

Permohonan untuk mengubah harga yang ditetapkan setahun sekali bisa diajukan oleh Perusahaan farmasi dengan proses yang panjang, birokratis, dengan hasil yang tidak terjamin. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:22 WIB

Westlife Bakal Konser di GBK, Rayakan HUT ke-25 Bareng Fans Jakarta

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:51 WIB

Komposer Andal Indonesia, James F. Sundah Meninggal Dunia

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:41 WIB

Sheila on 7 Persembahkan Lagu Sederhana untuk Sheilagank

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Berita Terbaru