Presiden Terpilih Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dikenal Anti-feminis

- Editor

Kamis, 10 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden terpilih Korea Selatan Yoon Suk-yeol. (Foto: Pelopor.id/Tangkapan layar YouTube Channel MBN)

Presiden terpilih Korea Selatan Yoon Suk-yeol. (Foto: Pelopor.id/Tangkapan layar YouTube Channel MBN)

Pelopor.id | Yoon Suk-yeol terpilih sebagai presiden Korea Selatan (Korsel) yang baru, setelah mengungguli perolehan suara dalam Pemilu yang digelar Rabu (09/03/2022) waktu setempat. Yoon akan menggantikan Moon Jae-in yang masa jabatannya habis pada Mei mendatang.

Melansir Aljazeera, Yoon Suk-yeol meraih 48,6 persen suara, menang tipis dari saingannya Lee Jae-myung yang meraih 47,8 persen. Total perolehan suara yang dihitung sudah mencapai lebih dari 98 persen.

Sebelumnya, Yoon mengemban jabatan sebagai Jaksa Agung Korsel selama periode 2019-2021 dan juga dikenal karena penyelidikannya yang tanpa kompromi terhadap beberapa skandal korupsi di Korsel. Ia juga mendakwa pembantu utama Presiden Moon Jae-in atas penipuan dan penyuapan, dalam kasus yang menodai citra pemerintahan Moon.

Selama masa kampanye, Yoon sempat mengkritik sejumlah kegagalan Presiden Moon, antara lain ketidakmampuan pemerintah mencegah kenaikan kasus Covid-19 dan juga harga properti yang terus meningkat di Korsel.

Selain itu, Yoon berjanji akan membangun setidaknya 2,5 juta rumah dalam lima tahun ke depan. Ia juga berencana lebih mendukung pembukaan lapangan kerja dari sektor swasta ketimbang pemerintah dan memastikan akan mengurangi birokrasi perusahaan serta melakukan deregulasi industri aset virtual.

Mengutip Bangkok Post, sebagai seorang anti-feminis yang diakui, ia juga berjanji akan menghapus kementerian kesetaraan gender, dan mengklaim bahwa wanita Korsel tidak mengalami diskriminasi sistemik, meskipun banyak bukti yang bertentangan.

Tak hanya itu, Yoon juga mengancam serangan pendahuluan terhadap Korea Utara (Korut). Bahkan, ia ingin membeli sistem rudal THAAD AS tambahan untuk melawan Korut, meski ada risiko yang dapat memicu pembalasan ekonomi baru dari Tiongkok, mitra dagang terbesar Seoul.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Menko Luhut: Produk Tayang di e-Katalog Melebihi Target

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB