Pelopor.id | Pemerintah Ukraina telah meraih donasi kripto senilai lebih dari USD 10 juta atau sekitar Rp 143,92 miliar (kurs Rp 14.392,05 per USD) untuk melawan invasi Rusia.
Sebelumnya, pemerintahan Zelensky, melalui akun Twitter resmi, telah mengunggah alamat untuk dua dompet kripto, pada Sabtu (27/02/2022) waktu setempat.
Hasil riset perusahaan analitik blockchain Elliptic menyebutkan, dompet kripto itu telah meraih donasi hingga USD 10,2 juta yang disumbangkan ke organisasi non-pemerintah untuk mendukung militer Ukraina.
Menurut Elliptic, sekitar USD 1,86 juta dari donasi tersebut berasal dari penjualan NFT, yang awalnya ditujukan untuk pengumpulan dana bagi pendiri WikiLeaks, Julian Assange. Sekadar mengingatkan, NFT adalah non-fungible token atau aset digital unik yang dirancang untuk mewakili kepemilikan barang virtual, seperti properti atau karya seni.
Selain itu, ada juga Come Back Alive sebuah organisasi LSM yang menyediakan perlengkapan untuk militer Ukraina. Mereka bahkan telah menerima donasi kripto sejak 2018.
Mengutip Reuters, secara total, hingga saat ini sumbangan berbentuk kripto yang telah diterima oleh pemerintah Ukraina dan LSM telah mencapai USD 16,7 juta.
Melihat hal ini, Kepala Ilmuwan Elliptic Tom Robinson mengatakan bahwa aset kripto seperti Bitcoin telah menjadi metode crowdfunding alternatif yang penting.[]












