Presiden Prancis Sebut Putin Bermuka Dua, Begini Alasannya

- Editor

Jumat, 25 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: Pelopor.id/IG Emmanuel Macron)

Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: Pelopor.id/IG Emmanuel Macron)

Pelopor.id – Kesal dengan kelakuan Vladimir Putin, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut Presiden Rusia tersebut ‘bermuka dua’. Ungkapan in bukan tanpa alasan, pasalnya, Putin memerintahkan serangan militer terhadap Ukraina, hanya beberapa jam setelah dia melakukan perundingan dengan para pemimpin Eropa lainnya.

Macron pun menjelaskan, bahwa dirinya dan para pemimpin Eropa lainnya tengah membahas ‘detail penerapan perjanjian Minsk’ dengan Putin, namun hanya dalam beberapa jam kemudian Putin memerintahkan pasukannya menyerang Ukraina pada Kamis (24/02/2022) waktu setempat.

Minsk sendiri, merupakan perjanjian yang dibuat tahun 2015 untuk mengatur gencatan senjata di Ukraina bagian timur, di mana pasukan pemerintah bertempur dengan kelompok separatis yang didukung Rusia.

“Ada yang bermuka dua. Iya, ada pilihan yang diambil dengan sengaja dan secara sadar oleh Presiden Putin untuk melancarkan perang ketika kami masih bisa merundingkan perdamaian,” tutur Macron dalam pernyataannya usai menghadiri rapat darurat Uni Eropa di Brussels, Belgia seperti dikutip dari CNN, Jumat, (25/02/2022)

Meski demikian, Macron menegaskan bahwa dirinya berada dalam posisi sebagai mediator untuk Rusia dan Ukraina bagi kemungkinan gencatan senjata.

“Saya pikir itu adalah tanggung jawab saya, pertama-tama, untuk mengambil inisiatif seperti itu ketika diminta oleh Ukraina, dan kemudian, sambil mengecam, sambil menjatuhkan sanksi, sambil terus mengambil keputusan dan tindakan, akan membiarkan jalan ini terbuka sehingga pada hari persyaratan bisa dipenuhi, kita bisa mendapatkan gencatan senjata dari permusuhan ini bagi rakyat Ukraina,” tegas Macron.

Macron adalah pemimpin besar dari Barat pertama yang berbicara dengan Putin usai aksi militer Rusia dimulai. Keduanya juga berbicara sebelum rapat darurat yang digelar Uni Eropa, tetapi Macron mengaku percakapan telepon dengan Putin tidak menghasilkan banyak hal.

Baca Juga :   Kerugian Peretasan Kripto hingga Juli 2022 Capai USD 1,9 Miliar

Ukraina merupakan bagian dari Uni Soviet hingga memperoleh kemerdekaaanya pada Tahun 1991. Hubungan Rusia dan Ukraina menegang pada Tahun 2013 akibat kesepakatan politik dan perdagangan penting dengan Uni Eropa.

Viktor Yanukovych, Presiden Ukraina saat itu yang pro-Rusia, menolak perjanjian asosiasi dengan Uni Eropa demi hubungan yang lebih dekat dengan Moskow. Penolakan ini, memicu gelombang protes hingga rakyat menggulingkannya pada tahun 2014.

Kemudian di tahun yang sama, yakni pada Maret 2014, Rusia mencaplok Krimea, sebuah semenanjung otonom di Ukraina selatan dalam referendum yang dikecam oleh Ukraina dan sebagian besar dunia sebagai hal yang tidak sah.

Uni Eropa dan AS, memberlakukan serangkaian tindakan sebagai tanggapan atas tindakan Rusia di Krimea dan Ukraina timur, termasuk menjatuhkan sanksi ekonomi yang menargetkan individu, entitas, dan sektor tertentu dari ekonomi Rusia.

Selain pencaplokan Krimea, keinginan Ukraina untuk bergabung dengan North Atlantic Treaty Organization (NATO) juga memicu tanggapan keras Rusia. Negeri Beruang Merah seakan melarang kehendak Ukraina bergabung dengan NATO, yang berdiri dengan bertujuan melawan ancaman ekspansi Rusia pascaperang di Eropa.

NATO yang didirikan pada tahun 1949, kini telah berkembang ke 30 negara, termasuk bekas republik Soviet yakni Lituania, Estonia dan Latvia. NATO menegaskan, bahwa jika satu negara diserang atau diserang oleh pihak ketiga, maka semua negara yang tergabung di dalamnya akan secara kolektif memobilisasi pertahanan. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 05:31 WIB

Rahardja Pertegas Identitas Musik dengan Single Jatuh

Sabtu, 27 Juni 2026 - 03:20 WIB

Roni Joni, Rycko Ria, Naomi Ivo Rilis Single Catchy Dopamine (Bukan Haluuu)

Sabtu, 27 Juni 2026 - 02:05 WIB

Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah Konser Guns N’ Roses pada November 2026

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:04 WIB

Billboard “Welcome To The” Muncul di Bundaran HI, Publik Kaitkan dengan Guns N’ Roses

Senin, 22 Juni 2026 - 00:55 WIB

Ini Lirik Lengkap Lagu Anakmu Slalu Cinta Milik Lindee Cremona

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:05 WIB

Duo Antonia Resmi Rilis Mini Album Suara Hati

Minggu, 21 Juni 2026 - 02:08 WIB

Kolaborasi Enerjik Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo Lahirkan Dopamine (Bukan Haluuu)

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:16 WIB

Man Sinner Tampil di Pasar Seni Ancol untuk JAKALCER FEST 2026

Berita Terbaru

Grup band Rahardja. (Foto: Istimewa)

Musik

Rahardja Pertegas Identitas Musik dengan Single Jatuh

Sabtu, 27 Jun 2026 - 05:31 WIB

Jakarta International Pet Show (JIPS) 2026 siap digelar. (Foto: Istimewa)

Nasional

Jakarta International Pet Show 2026 Siap Hadir di NICE PIK 2

Kamis, 25 Jun 2026 - 15:50 WIB