Pelopor.id | Jika menyukai musik dan lagu K-Pop atau menyukai K-Drama, boleh juga mulai mempertimbangkan melancong ke ibukota Korea Selatan, Seoul, kota yang sangat modern dan dianggap maju dengan segala kecanggihannya. Kali ini, salah satu tim redaksi Pelopor.id ingin membagikan cerita pengalamannya berwisata di Seoul, jauh sebelum pandemi.
Ketika baru tiba di Incheon International Airport, kita akan bisa merasakan futuristik dari arsitekturnya. Kita juga bisa melihat langsung robot yang lalu lalang sebagai pusat informasi mengenai airport, mengenai Seoul maupun Korea. Tinggal tap tap tap atau dengan voice untuk bertanya kepada robot, maka kita akan mendapatkan jawabannya. Canggih euy!
Dari airport, kita bisa memilih moda transportasi, apakah mau naik bus atau kereta modern. Jangan lupa mengenakan sepatu atau sandal yang nyaman karena Seoul sangat ramah pada pejalan kaki. Namun, saat itu kami memilih bus karena tujuan pertama adalah kompleks istana yang terkenal, Gyeongbokgung beserta museumnya.
Turun dari bus, bisa langsung melihat gerbang Gwanghwamun yang memulai kompleks Gyeongbokgung sekaligus diketahui sebagai pusat kota Seoul. Pada jam tertentu di gerbang Gwanghwamun, selalu ada upacara serah terima penjaga istana bagaikan di Inggris, namun bedanya ini dengan pakaian tentara khas Korea.
Setelah memasuki gerbang akan langsung disambut bangunan Gyeongbokgung atau istana Gyeongbok khas arsitektur Korea, dengan latar belakang tekstur alam berbukit-bukit hijau dan paduan warna batu putih yang khas Korea banget.
Dalam kompleks tersebut juga lalu lalang orang-orang berpakaian baju tradisional Korea hanbok. Kenapa? Karena setiap orang yang memakai hanbok yang bisa disewa di sekitar istana, dapat memasuki istana dengan gratis. Bagi yang tidak mengenakan hanbok, harus antri tiket masuk di halaman istana tersebut.
Geunjeongjeon atau tahta dari kerajaan adalah bangunan utama dari istana Gyeongbok, kemudian paviliun kerajaan Gyeonghoeru yang berhiaskan kolam bunga Teratai, serta 48 buah tiang tonggak granit.
Setelah puas mengelilingi dalam istana, di kompleks tersebut juga ada Museum Nasional Rakyat Korea yang menyajikan sejarah Korea dan bangsa Korea mulai dari jaman kekaisaran, jaman dijajah Jepang, maupun setelah menjadi Korea Utara dan Selatan.
Dari kompleks istana, kita juga bisa menemukan perumahan Korea asli jaman dulu yang masih original banget di daerah Bukchon Hanok Village, lengkap dengan kontur tanah yang berbukit-bukit. Bangunan rumah-rumah di Bukchon memang dilestarikan sebagaimana aslinya, tiang kayu, pintu geser kotak-kotak maupun tanamannya.
Dalam trip ini, kami juga banyak berjalan kaki untuk menikmati udara segar, lingkungan bersih, pemandangan gedung tinggi namun lanskap tanahnya berbukit-bukit, serta banyak taman kecil tempat warga lokal bersosialisasi.[]












