Rem Bermasalah, 416.000 Mobil Tesla di AS Terancam Ditarik

- Editor

Sabtu, 19 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Tesla. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi Tesla. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Produsen mobil listrik Tesla Inc kembali mendapat sorotan dari pihak berwenang. Kali ini, The National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menggelar penyelidikan formal terhadap 416.000 kendaraan Tesla Model 3 dan Model Y produksi tahun 2021-2022 di Amerika Serikat (AS).

NHTSA mengatakan bahwa pihaknya telah menerima 354 keluhan tentang masalah phantom braking atau aktivasi rem tak terduga terkait sistem bantuan pengemudi autopilot. Normalnya, fitur autopilot memang memungkinkan mobil mengerem dan menyetir secara otomatis.

Namun, para pelapor menyebutkan bahwa pengereman terjadi sangat keras dan tiba-tiba, bahkan hampir membuat kehilangan kendali.

Salah satu pemilik Tesla Model Y 2021 melapor kepada NHTSA, pada Oktober lalu, ketika ia mengemudi dengan kecepatan 80 mil per jam, mobil secara tiba-tiba melambat ke kecepatan 69 mil per jam dalam waktu kurang dari satu detik.

“Para pengadu melaporkan bahwa perlambatan cepat dapat terjadi tanpa peringatan. Secara acak dan sering berulang kali dalam satu siklus penggerak,” ujar pihak NHTSA yang dikutip dari Reuters.

Awal bulan ini, NHTSA mengonfirmasi sedang meninjau keluhan konsumen terkait mobil Tesla yang bermasalah pada rem. Ini adalah tahap pertama sebelum NHTSA dapat mengeluarkan permintaan penarikan resmi atau recall.

Ini bukan pertama kalinya NHTSA melakukan penyelidikan terhadap Tesla. Sebelumnya pada Agustus 2021, NHTSA menggelar penyelidikan keamanan formal terhadap sistem autopilot yang tersemat dalam 765.000 kendaraan Tesla di AS. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Pemerintah Anggarkan Rp 4,5 triliun untuk Tunjang Pemulihan Sektor Parekraf

Berita Terkait

Mengupas Teknologi Q-SYS Experience Center di Melodia Musik Pondok Indah
Defend IT360 Rayakan 2 Tahun, Luncurkan Virtual SOC Essential Berbasis SIEM 24/7
Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
Aidea Weeks 2025 Siap Digelar, Hadirkan Diskusi Lintas Sektor tentang AI
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
Pesta Hadiah IMPoin 2025, Apresiasi IM3 untuk Pengguna Loyal
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB