Pelopor.id | Produsen makanan dan minuman asal Swiss, Nestle akan menutup pabrik makanan manis di Fawdon, Newcastle, Inggris, pada tahun depan. Selanjutnya, Nestle mengalihkan produksi ke sejumlah negara lain, seperti Fruit Pastilles di Republik Ceko dan Toffee Crisps di Polandia.
Serikat pekerja GMB dan Unite mengecam dan menyatakan rencana itu tidak dapat diterima. Pasalnya, keputusan ini akan membuat 474 karyawan Nestle kehilangan pekerjaan. Selain itu, pabrik Fawdon juga terbilang masih menghasilkan keuntungan bagi Nestle.
Dalam beberapa tahun terakhir, pabrik tersebut telah menghasilkan sejumlah produk populer seperti Rolos, Munchies dan Matchmakers.
“GMB dan Unite sekarang akan berbicara dengan anggota di Fawdon dan mencari tahu apa yang ingin mereka lakukan selanjutnya. Kami akan memberi mereka dukungan dan sumber daya apa pun yang mereka butuhkan untuk melawan ini,” kata GMB National Officer Ross Murdoch, dikutip dari BBC.
Demikian juga National Officer for Unite Joe Clarke mengaku kecewa lantaran proposal alternatif untuk menjaga pabrik Fawdon tetap terbuka telah ditolak. Clarke mengaku pihaknya sedang mencari informasi lebih lanjut sehubungan dengan proposal tersebut.
“Kami akan melakukan dialog tentang langkah selanjutnya dalam waktu dekat,” ujar Clarke.
Hingga saat ini, Nestle tercatat telah mempekerjakan lebih dari 8.000 orang di Inggris dan Irlandia di 18 lokasi, termasuk 14 pabrik. []
Baca juga: Nestle Kurangi Kepemilikan Saham di L’Oreal












