Kasus Covid-19 Melonjak, Pabrik-pabrik di Tiongkok Kembali Terpukul Aturan Pembatasan

- Editor

Senin, 31 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi aktivitas di pabrik. (Foto: Pelopor.id/Freepik)

Ilustrasi aktivitas di pabrik. (Foto: Pelopor.id/Freepik)

Pelopor.id | Melonjaknya angka kasus Covid-19 membuat Pemerintah Tiongkok menerapkan sejumlah langkah antisipasi yang ketat. Hal itupun langsung berdampak pada aktivitas pabrik di Tiongkok hingga akhirnya Januari ini mengalami kontraksi paling tajam dalam 23 bulan terakhir.

Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Caixin turun menjadi 49,1 pada Januari 2022, level terendah sejak Februari 2020 pada awal pandemi, seperti dilansir dari Reuters. Sementara itu, sub-indeks untuk produksi pabrik berada di level 48,4, turun dari 52,7 pada Desember lalu.

“Dari Desember hingga Januari, kebangkitan Covid-19 di beberapa wilayah termasuk Xian dan Beijing, memaksa pemerintah daerah memperketat tindakan pengendalian epidemi, yang membatasi produksi, transportasi dan penjualan barang-barang manufaktur,” ujar Ekonom Senior Caixin Insight Group Wang Zhe.

Hal ini kemungkinan akan memperkuat ekspektasi pasar bahwa pembuat kebijakan perlu meluncurkan lebih banyak langkah dukungan untuk menstabilkan ekonomi. Bank sentral Tiongkok, People’s Bank of China, sudah mulai memotong suku bunga dan mengalirkan lebih banyak uang tunai ke sistem keuangan untuk menurunkan biaya pinjaman.

Lonjakan kasus Covid-19 sejak akhir tahun lalu di pusat manufaktur Xian telah membuat banyak produsen mobil dan chip terpaksa menutup operasinya, meskipun produksi secara bertahap kembali normal ketika kota itu keluar dari penguncian atau lockdown.

The International Monetary Fund (IMF) pun memangkas perkiraan untuk pertumbuhan ekonomi Tiongkok tahun 2022 menjadi 4,8%, dari sebelumnya 5,6%, yang mencerminkan pukulan terhadap konsumsi dari pembatasan ketat virus corona. []

Baca juga: WHO Sebut Omicron Mungkin Akhir dari Pandemi Covid-19

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Wakil Presiden AS Kamala Harris Dinyatakan Positif Covid-19

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB