Pelopor.id | Platfom penyedia mata uang kripto, Solana, mengalami ketidakstabilan selama seminggu terakhir. Melansir Bloomberg, salah satu jaringan blockchain terbesar ini menghadapi masalah transaksi duplikat yang berlebihan.
Solana menyatakan telah merilis versi 1.8.14 yang akan berupaya mengurangi dampak terburuk dari masalah ini. Seiring dengan hal itu, Solona akan merilis sejumlah fitur dan layanan dalam jangka waktu 2-3 bulan ke depan.
Melalui situs resminya, pihak manajemen menyatakan bahwa Solana Mainnet Beta mengalami tingkat kemacetan jaringan yang tinggi.
“Dalam 24 jam terakhir telah menunjukkan bahwa sistem ini perlu ditingkatkan untuk memenuhi permintaan pengguna, dan mendukung transaksi yang lebih kompleks yang sekarang umum di jaringan,” tulis Solana dalam pemberitahuan pada websitenya.
Masalah ini muncul di tengah kemunduran Solana dalam token dari Bitcoin dan Ether ke Polkadot. Begitu juga dengan Solana yang telah anjlok lebih dari 30% selama sepekan terakhir, berdasarkan harga dari CoinGecko.
Pasar mata uang kripto telah kehilangan sekitar USD 1 triliun dari level tertingginya, dan Bitcoin turun hampir 50% dari rekor November.
Sebenarnya, ini bukan masalah pertama yang dialami Solana dengan ketidakstabilan. Pada bulan September lalu, paltform i i mengalami pemadaman selama 17 jam yang menurut pihak manajemen dipicu oleh “kehabisan sumber daya”. []
Baca juga: Solana Ventures Investasi USD 150 Juta Untuk Game Blockchain












