Menko Luhut Ajak Guru Besar FKUI Diskusi Penanganan Covid-19

- Editor

Jumat, 16 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto:Pelopor/Kemenko Marves)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto:Pelopor/Kemenko Marves)

Pelopor.id | Jakarta – Selain berdiskusi dengan Epidemolog, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, melakukan diskusi virtual bersama Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) guna mendapat masukan dalam penanganan Pandemi Covid-19 dan penerapan kebijakan PPKM Darurat.

“Pagi ini saya sudah diskusi bersama beberapa ahli, dan saat ini saya minta masukan dari Guru Besar FKUI, sehingga dapat menjadi acuan dalam langkah-langkah yang akan kami tentukan ke depannya dalam penerapan PPKM Darurat ini,” tutur Menko Luhut Kamis, 15 Juli 2021.

Diskusi dibuka dengan pemaparan terkait kondisi PPKM Darurat yang telah dilaksanakan dari tanggal 3 – 14 Juli 2021. Hal ini disambut baik oleh para Guru Besar dan segera ditanggapi oleh Prof Salim Harris bahwa yang perlu dilihat adalah dampak berlanjut dari mobilitas yang menurun karena saat ini angka konfirmasi positif masih terus naik tinggi.

“Sejauh ini, kita masih harus terus bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, saling mengingatkan, agar dapat terjadinya penurunan kasus Covid-19.”

Hal ini ditanggapi Menko Luhut bahwa menurut teori efektif angka akan turun setelah masa inkubasi sekitar dua sampai tiga minggu, sehingga PPKM Darurat masih sangat dibutuhkan untuk mengurangi mobilitas masyarakat.

Selanjutnya, diskusi dilanjutkan oleh Dekan FKUI, Prof. Ari Fahrial Syam. Menurutnya saat ini, FKUI telah melakukan berbagai penelitian dan percobaan yang dapat mendukung pemulihan pasien Covid-19 seperti Stem Cell dan Genome Sequencing.

“Kami membutuhkan dukungan dari Pemerintah untuk dapat meluncurkan penelitian ini,” ucapnya.

Selain itu, FKUI bersama dengan FTUI sedang berupaya melakukan pengembangan terhadap ventilator dan oxygen concentrator yang telah masuk juga ke E-Catalogue yang diterbitkan oleh LKPP.

Menko Luhut
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto:Pelopor/Kemenko Marves)

“Hal Ini sangat bagus Prof, Pemerintah akan terus mendukung apalagi penelitian serta alat ini merupakan buatan anak bangsa, sehingga kita perlu mempercepat proses penelitian ini agar dapat membantu pasien dan produksi alat kesehatan. Kami akan terus menindak lanjut perkembangannya dengan FKUI,” sebut Menko Luhut menyambut baik informasi yang disampaikan.

Sumber daya manusia tenaga kesehatan (nakes) juga menjadi perhatian para Guru Besar FKUI. Prof Siti Setiati menyampaikan bahwa perlindungan untuk para nakes harus segera diutamakan.

“Kami minta tolong pak untuk suntikan vaksin ke-3 bagi para Nakes, tolong segera diluncurkan, karena saat ini sudah banyak nakes yang mulai kelelahan,” katanya.

Selain itu, Prof Siti juga meminta dipastikannya jumlah ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para nakes dan tempat perawatan jika mereka terpapar virus Covid-19. Pernyataan ini disambut oleh Prof Budi Wiweko mengenai kelanjutan grand design pendayagunaan SDM yang menunjukkan kebutuhan SDM yang sangat besar.

Baca Juga :   Polda Metro Jaya Belum Berikan Izin Reuni 212

“Dengan adanya skema penambahan nakes dari mahasiswa kedokteran dan perawat yang baru lulus, kita dapat meminta mereka sebagai vaksinator. Untuk Dokter Spesialis Covid-19 dapat fokus kepada pasien di HCU dan ICU, dan Dokter Spesialis lintas sektor dapat membantu bagi pasien dengan Gejala Ringan atau Orang Tanpa Gejala (OTG),” tandas Prof Siti.

Prof Hindra Irawan Satari juga memberi tambahan terkait penambahan nakes. APD bukan hal utama yang dapat melindungi mereka dari paparan Covid-19, tetapi aliran ventilasi udara di Rumah Sakit, pengaturan jam kerja, serta pengaliran sumber daya manusianya merupakan hal utama yang dapat membantu nakes untuk tetap bekerja dengan baik.

“Nakes yang akan kita minta bertempur dengan Covid-19 ini adalah mereka yang baru lulus, dan mereka merupakan aset bangsa sehingga kita harus menjaga mereka sebaik mungkin,” tegasnya.

Menanggapi terkait pendayagunaan nakes ini, Menko Luhut menyampaikan bahwa dokter dan perawat akan diberikan insentif yang baik dari penyediaan fasilitas istirahat yang layak, jaminan BPJS kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, serta alokasi biaya komunikasi.

Baca juga : Menko Luhut: PPKM Darurat Harus Ketat di Jakarta

Hal ini juga ditanggapi oleh Menkes Budi dan menurutnya saat ini pemerintah sedang mempersiapkan langkah-langkah terbaik untuk menyambut teman-teman nakes yang akan membantu, baik dari insentif, fasilitas, dan kebutuhan lainnya.

Diskusi dilanjutkan dengan saran yang disampaikan oleh Prof Soedjatmiko terkait upaya pencegahan yang dapat dilakukan di hulu. Disampaikan bahwa hal utama yang perlu dihindari adalah masih banyaknya masyarakat yang berkumpul dengan orang yang tidak satu rumah.

“Saat ini telah banyak penularan yang terjadi karena cluster keluarga, oleh karena itu kita harus dapat menghindari berkumpul lebih dari 5 – 6 orang, kita harus bisa memperketat usaha di Hulu agar usaha kita di hilir seperti pengurangan moblitas dan vaksinasi juga efektif,” paparnya.

Menanggapi hal ini, Menko Luhut menyampaikan bahwa upaya patroli tengah dilakukan. Dengan kerja sama dari Pemerintah Daerah, bersama TNI dan Polri untuk melihat dan masuk ke unsur-unsur masyarakat agar dapat menertibkan masyarakat.

“Memang yang kita butuhkan adalah kesadaran diri masing-masing dan juga perubahan perilaku di masyarakat untuk sadar situasi Covid-19 saat ini,” sebut Menko Luhut.

“Sejauh ini, kita masih harus terus bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, saling mengingatkan, agar dapat terjadinya penurunan kasus Covid-19. Saya berterima kasih kepada seluruh Guru Besar FKUI yang menyempatkan waktunya untuk berdiskusi dan memberikan masukan serta dukungan dalam penyelesaian pandemi ini. Saya harap dengan kerja sama kita, pandemi ini dapat tertangani dengan baik,” Sambung Menko Luhut. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta
Bank Jakarta Salurkan Bantuan Untuk Sahabat Disabilitas Binaan YaSDI
Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026
Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua
Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda
Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan
Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:41 WIB

Sheila on 7 Persembahkan Lagu Sederhana untuk Sheilagank

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Senin, 4 Mei 2026 - 14:49 WIB

Lindee Cremona Tampilkan Vokal Tulus di Single Doa Untuk Ayah

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:12 WIB

Konser Perdana di Jakarta, Josh Holmes Perkenalkan Single Last First Kiss

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:06 WIB

Josh Holmes Gelar Konser Intim di Jakarta, Tiket Ludes dalam Lima Hari

Kamis, 30 April 2026 - 22:24 WIB

Synchronize Fest 2026 Bakal Hadirkan Seringai hingga Rizky Febian

Rabu, 29 April 2026 - 01:33 WIB

LaLaLa Fest 2026 Jakarta Dimeriahkan Kehadiran Rex Orange County

Kamis, 23 April 2026 - 18:10 WIB

Ravel Junardy: Hammersonic 2026 Private Event Demi Martabat Festival

Berita Terbaru

Musisi dan produser Ade Govinda sukses meraih 8 Platinum dari Asiri. (Foto: Istimewa)

Musik

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB