Pelopor.id | Sepuluh perusahaan, termasuk Reliance Industries, Hyundai Global Motors Co. dan Ola Electric Mobility Pvt., telah mengajukan penawaran untuk proyek baterai listrik di India. Bagi yang terpilih, mereka akan mendapat insentif dari pemerintah.
Kebijakan itu diambil sebagai salah satu upaya memotong biaya impor dan menyediakan baterai dengan harga bersaing.
Selain tiga perusahaan tadi, produsen mobil Mahindra & Mahindra Ltd, Larsen & Toubro, dan produsen baterai Amara Raja dan Exide ikut mengajukan penawaran senilai 181 miliar rupee atau setara USD 2,4 miliar dalam program insentif tersebut.
“Program investasi ini yang akan meningkatkan manufaktur dalam negeri dan investasi asing langsung di negara ini,” ucap pihak Kementerian Industri Berat India dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari Bloomberg.
Untuk memenuhi syarat mendapat insentif, perusahaan harus menyiapkan setidaknya 5 Gwh kapasitas penyimpanan dan memenuhi muatan lokal dalam ukuran tertentu. Seluruhnya membutuhkan investasi minimum lebih dari USD 850 juta.
Sepuluh perusahaan telah mengajukan penawaran dengan total sekitar 130 Gwh. Selain mereka, Pemerintah India juga mendorong perusahaan global lainnya seperti Tesla, Samsung, LG Energy, Northvolt dan Panasonic untuk berinvestasi.
Pemerintah India menargetkan bisa membangun total 50 gigawatt per jam (Gwh) dengan kapasitas penyimpanan baterai selama lima tahun. Proyek itu diharapkan mampu menarik investasi langsung sekitar USD 6 miliar.
Teknologi mobil ramah lingkungan adalah bagian penting dari strategi India mengurangi polusi dan mengurangi ketergantungan minyak. Namun kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) saat ini masih sedikit peminatnya, terutama karena harga yang mahal akibat baterai harus diimpor. []
Baca juga: VinFast Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di AS












