Pemerintah Janjikan Insentif, Proyek Baterai Listrik Diperebutkan di India

- Editor

Senin, 17 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mobil listrik. (Foto: Pelopor.id/Unsplash)

Ilustrasi mobil listrik. (Foto: Pelopor.id/Unsplash)

Pelopor.id | Sepuluh perusahaan, termasuk Reliance Industries, Hyundai Global Motors Co. dan Ola Electric Mobility Pvt., telah mengajukan penawaran untuk proyek baterai listrik di India. Bagi yang terpilih, mereka akan mendapat insentif dari pemerintah.

Kebijakan itu diambil sebagai salah satu upaya memotong biaya impor dan menyediakan baterai dengan harga bersaing.

Selain tiga perusahaan tadi, produsen mobil Mahindra & Mahindra Ltd, Larsen & Toubro, dan produsen baterai Amara Raja dan Exide ikut mengajukan penawaran senilai 181 miliar rupee atau setara USD 2,4 miliar dalam program insentif tersebut.

“Program investasi ini yang akan meningkatkan manufaktur dalam negeri dan investasi asing langsung di negara ini,” ucap pihak Kementerian Industri Berat India dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari Bloomberg.

Untuk memenuhi syarat mendapat insentif, perusahaan harus menyiapkan setidaknya 5 Gwh kapasitas penyimpanan dan memenuhi muatan lokal dalam ukuran tertentu. Seluruhnya membutuhkan investasi minimum lebih dari USD 850 juta.

Sepuluh perusahaan telah mengajukan penawaran dengan total sekitar 130 Gwh. Selain mereka, Pemerintah India juga mendorong perusahaan global lainnya seperti Tesla, Samsung, LG Energy, Northvolt dan Panasonic untuk berinvestasi.

Pemerintah India menargetkan bisa membangun total 50 gigawatt per jam (Gwh) dengan kapasitas penyimpanan baterai selama lima tahun. Proyek itu diharapkan mampu menarik investasi langsung sekitar USD 6 miliar.

Teknologi mobil ramah lingkungan adalah bagian penting dari strategi India mengurangi polusi dan mengurangi ketergantungan minyak. Namun kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) saat ini masih sedikit peminatnya, terutama karena harga yang mahal akibat baterai harus diimpor. []

Baca juga: VinFast Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di AS

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Rivian Berhasil Catatkan Kinerja Positif di Kuartal 1

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:22 WIB

Westlife Bakal Konser di GBK, Rayakan HUT ke-25 Bareng Fans Jakarta

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:51 WIB

Video Klip Baru Wen & the Wknders: “(Tak Mungkin) Mencari Penggantimu”

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:51 WIB

Komposer Andal Indonesia, James F. Sundah Meninggal Dunia

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Senin, 4 Mei 2026 - 14:49 WIB

Lindee Cremona Tampilkan Vokal Tulus di Single Doa Untuk Ayah

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:12 WIB

Konser Perdana di Jakarta, Josh Holmes Perkenalkan Single Last First Kiss

Berita Terbaru