Kisah Dibalik Kamohu, Tenun Asli Buton Tengah

- Editor

Selasa, 20 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, tepatnya di Desa Gumanano, Kecamatan Mawasangka, ada tradisi unik leluhur yang diwariskan secara turun-temurun sejak dahulu kala.

Di setiap kolong rumah panggung dari tiap kepala keluarga di sana, hampir pasti ditemui para perempuan desa yang sedang asyik menenun kain yang kelak saat sempurna akan dinamai tenun Kamohu.

Kisah tentang tenun Kamohu menceritakan bahwa seorang anak gadis di tiap keluarga tidak boleh turun tanah atau keluar rumah jika tidak pandai menenun. Keluar rumah dalam konteks ini adalah menikah.

Erly, perempuan asli daerah tersebut menjelaskan, pesan mendalam yang tersemat di balik tradisi ini, yaitu kepandaian para perempuan untuk menenun diyakini akan berimbas kepada rumah tangga yang mereka bina nantinya.

“Karena dengan menenun, mereka dapat merajut kehidupannya. Sejarahnya seperti itu. Maka ini dilakukan di bawah rumah,” tuturnya berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Senin, (19/09/2022)

Kamohu sendiri, merupakan kain yang dihasilkan oleh para penenun di kolong rumah. Kamohu umumnya dijadikan sarung oleh masyarakat sekitar yang sebagian besar adalah Muslim.

Baca Juga :   Tanggapan Dirut PLN Tentang Kabar Kenaikan Tarif Listrik

Namun kini, para perempuan muda mengasah kreativitas mereka dengan mengubah kamohu menjadi tas selempang, syal, dan banyak kerajinan tangan lainnya.

Di tengah masifnya digitalisasi yang berimbas terhadap modernisasi rupanya tak membuat Erly takut akan punahnya tradisi menenun di desa mereka. Sebab, dia meyakini tradisi ini akan tetap lestari pada setiap generasi baru yang lahir di desa mereka.

“Tradisi ini akan selalu ada karena ibu di tiap keluarga akan selalu menurunkan ini ke anak cucu mereka. Semua pasti bisa. Di saat mereka remaja, mereka harus diajarkan ini. Makanya ini menjadi keharusan di desa kami. Walaupun para perempuan ini punya pendidikan yang tinggi, mereka akan tetap melestarikan tradisi ini,” tegasnya.

Baca Juga :   Risma Gandeng Karang Taruna untuk Distribusi Masker dan Vitamin

Layaknya melukis di atas kain, istilah tersebut yang diucapkan Erly saat menjelaskan bahwa ketika para penenun ini membuat kain yang dipesan oleh pelanggan, pola kain yang diminta akan tergambar di pikiran para penenun dan langsung mereka tuangkan.

Cukup merogoh kocek 200-300 ribu rupiah, para pembeli akan mendapatkan kain yang dibuat oleh para perempuan hebat yang telah terpatri untuk meneruskan tradisi di masa depan. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta
Bank Jakarta Salurkan Bantuan Untuk Sahabat Disabilitas Binaan YaSDI
Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026
Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua
Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda
Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan
Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB