Segudang Manfaat Bambu untuk Ekologi dan Ekonomi

- Editor

Senin, 12 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Tanaman bambu memiliki banyak keutamaan. Dari sisi ekologis, bambu seperti halnya mangrove dan gambut, mampu memulihkan lahan kritis.

Bambu juga mampu menyimpan air, dimana satu rumpun bambu mampu menyimpan 5 ribu liter air per musim hujan. Air yang kemudian dilepaskan kembali ke tanah pada musim kemarau itu mampu menyerap karbondioksida.

Bahkan satu hektare hutan bambu mampu menyerap dan menahan 50 ton karbon dioksida setiap tahunnya. Bambu juga bisa tumbuh di lahan miring serta menstabilkan lahan rawan longsor.

Dengan demikian, bambu menjadi tanaman yang tepat untuk upaya restorasi lahan kritis, perlindungan Daerah Aliran Sungai (DAS), mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta pencegahan bencana.

Sementara dari sisi ekonomi, bambu dapat dibudidayakan sebagai tanaman pelestari secara berkelanjutan. Dengan metode Hutan Bambu Lestari (HBL) bambu dapat dipanen secara reguler tanpa mengurangi fungsi hutan bambu sebagai daerah tutupan hijau serta konservasi air.

Bahkan, kemampuan bambu dalam menyimpan air menciptakan sebuah lingkungan kondusif bagi budidaya tanaman pangan dan produktif lainnya.

Baca Juga :   KemenKopUKM Gandeng PT Bintang Toedjoe Perkuat Rantai Pasok Komoditas Pertanian

Bambu juga dapat diolah menjadi beraneka ragam produk, termasuk produk-produk yang selama ini telah akrab dengan tradisi masyarakat lokal di Indonesia.

“Bambu adalah tanaman ajaib. Dan bambu adalah kayu masa depan. Oleh karena itu, kami dari organisasi nirlaba, yakni Yayasan Bambu Lestari, dengan 30 tahun pengalaman dalam memanfaatkan bambu sebagai solusi ekologi dan solusi ekonomi,” tutur Monica Tanuhandaru dari Yayasan Bambu Lestari (YBL).

Hal ini ia sampaikan dalam diskusi panel Cerita Kriya bertajuk Membangun Ekosistem Hulu-Hilir Untuk Memastikan Bisnis UMKM yang Berkelanjutan, di Gedung Art Bali, Bali Collection, The Nusa Dua, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :   Pasar Global Lirik Produk Kerajinan Batu dan Kayu Fosil Tulungagung

YBL pun memanfaatkan bambu untuk menangani isu-isu lingkungan utama seperti perubahan iklim dan lahan kritis bekerja sama dengan masyarakat pedesaan.

“Pada saat yang sama, menciptakan perbaikan ekonomi bagi masyarakat desa, sembari memperjuangkan inklusi sosial dan kesetaraan gender. Intinya, kami bekerja untuk bambu rakyat,” ungkap Monica.

Terlebih lagi, di Indonesia, ada 350 lebih bambu endemik, dimana di dunia ada 1.500 bambu, sebanyak 167 jenis di antaranya berasal dari Indonesia.

Baca Juga :   Cara Mudah Membeli E-Meterai

“Bahkan, di Papua, masih ada jenis bambu yang belum kita kenal,” tegas Monica.

Sehingga dengan potensi besar seperti itu, langkah Yayasan Bambu Lestari untuk menggarap bambu, semakin melaju. Bahkan, secara global, telah diidentifikasi lebih dari 1500 produk berbasis bambu, dari produk bangunan dan furnitur, hingga tekstil dan makanan.

“Permintaan akan bambu terus meningkat. Pasar global untuk bambu dan produk-produk olahan bambu nilainya kini ditaksir telah melebihi 70 miliar dolar AS,” tandas Monica.

Baca Juga :   MenKopUKM: Garda Transfumi Terbitkan 17 Ribu NIB dalam 4 Bulan

Maka, tak usah heran, bila Monica menyebut YBL berproduksi dari hutan, pabrik, sampai ke kebutuhan manusia. “Saat ini, sudah digunakan dan terus dikembangkan dengan teknologi,” pungkasnya.

Ia juga mengungkapkan bambu bisa jadi bahan baku industri, sebagai velg.

Sementara merespons semakin berkembangnya potensi bambu kini, Yayasan Bambu Lestari memperluas cabangnya di lima provinsi.

Baca Juga :   Mudik Lebaran, Rest Area Jadi Ajang Promosi UMKM

Tercatat ada 1,2 juta juta bambu yang sudah tertanam dan akan menambah 1 juta bibit dengan kelompok perempuan dengan istilah Mama Bambu.

Program Mama Bambu menghadirkan dampak ekonomi dan bertujuan merawat bumi, dengan memberikan akses pemanfaatan lahan perhutanan sosial.

Dalam arti, menanam bambu sama dengan menanam air, bibit bambu akan ditanam di lahan kritis, hingga Mama Bambu yang menanam 2,5 juta bibit dalam waktu 4 bulan.

Baca Juga :   Kronologi Pemberian Akta Lahir Anak dengan Nama Terpanjang di Tuban

Mama Bambu diajarkan melihat sumber bibit, menanam, dan mengelola secara bestari. Rumah produksinya, bekerja sama dengan Du’Anyam, Bambu Boss, dan yang lainnya.

“Bekerja dengan kelompok perempuan atau Mama Bambu, membutuhkan usaha kelekatan yang tinggi. Sebab, mereka menanam bambu seperti merawat anaknya. Dinyanyikan dan disayang, jika tanaman bambu mati mereka sedih,” sebut Monica.

Bagi Monica, alasan bekerja sama dengan Mama Bambu, agar mereka mendapatkan pencaharian, dan secara status sosial bisa lebih didengar orang lain di sekitarnya.

Baca Juga :   Fitur Terbaru WhatsApp, "Kunci Chat" Sudah Bisa Dicoba di Indonesia

“Mama Bambu diharapkan dapat membangun koperasi bibit, setelah 5 bulan ditanam membangun kapasitas produksi kerajinan, dan seterusnya,” ucapnya. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gandeng BliBli, Bank Jakarta Hadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026
Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota
Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI Jakarta Bersama Bank Jakarta
Bank Jakarta Raih Indonesia 50 Best CEO Awards & Indonesia Best COO Awards 2026
Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi
Dorong Peran BUMD DKI Sebagai Pilar Ekonomi, Pemprov DKI Jakarta Selenggarakan BUMD Leaders Forum
Danamart Luncurkan Blended Finance Pertama di Indonesia, Buka Akses Investasi ESG
Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:08 WIB

Perpaduan Etnik, Folk, dan Elektronik, Album Jejak Milik MIRZATAMI Resmi Dirilis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:55 WIB

Psy dan P Nation Minta Maaf atas Kasus Obat Psikotropika

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Senin, 18 Mei 2026 - 01:41 WIB

Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Berita Terbaru

ILustrasi Sepak Bola. (Foto: Istimewa)

Internasional

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City

Jumat, 12 Jun 2026 - 16:33 WIB