Trump Menghadapi Pemerintah AS dalam Pertempuran Hukum Atas Dokumen Rahasia

- Editor

Jumat, 2 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Trump Tower. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi Trump Tower. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Pelopor.id | Jakarta – Kebuntuan yang semakin dipertaruhkan antara mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan penyelidik federal mendarat di pengadilan Kamis (01/09/2022), setelah berhari-hari pengungkapan yang menjadi berita utama seputar dokumen-dokumen sangat rahasia yang disita oleh FBI dari rumah Trump di Florida.

Pengacara Trump meminta agar pihak luar ditunjuk untuk menilai kembali penyaringan dokumen sensitif pemerintah, untuk menentukan apakah ada “informasi yang sangat pribadi” yang harus dikembalikan atau dilindungi oleh klaim hak istimewa.

Pengadilan federal telah menunjukkan “niat awal” untuk menyetujui tinjauan independen, yang berarti ada sedikit intrik sehubungan dengan tujuan sidang yang dinyatakan. Tetapi permintaan itu telah meningkatkan taruhan secara signifikan.

Beberapa analis melihat langkah itu sebagai upaya Tim Trump untuk memperumit penyelidikan.

Itu juga mendorong pengungkapan yang membakar oleh Departemen Kehakiman tentang bukti terhadap Trump yang ditemukan dari penggeledahan kediamannya di Mar-a-Lago di Florida selatan bulan lalu.

Dalam pengajuan pada Selasa, pejabat pemerintah mengatakan bahwa mereka memiliki bukti upaya untuk menyembunyikan dokumen rahasia, meskipun ada permintaan juri pada bulan Mei bahwa Trump menghasilkan catatan yang dihapus dari Gedung Putih pada Januari 2021.

Beberapa file sangat sensitif, kata mereka, sehingga agen federal dan personel Departemen Kehakiman membutuhkan izin keamanan yang ditingkatkan untuk melihat materinya.

Pengajuan itu juga menyatakan bahwa agen FBI menemukan dokumen rahasia di laci meja Trump dengan paspornya.

“Lokasi paspor adalah bukti yang relevan dalam penyelidikan penyimpanan yang tidak sah dan kesalahan penanganan informasi pertahanan nasional,” kata departemen itu seperti dikutip dari AFP.

Pengarsipan tersebut memberikan laporan paling rinci tentang upaya selama satu setengah tahun untuk memulihkan ratusan file rahasia yang dibawa secara tidak benar ke Mar-a-Lago ketika Trump meninggalkan kantor.

Baca Juga :   Svalbard Norwegia Berusaha Pertahankan Pariwisata Berkelanjutan

Dan klaim menghalangi pencarian FBI menambah tekanan hukum lebih lanjut pada mantan presiden, yang menyangkal semua kesalahan.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 02:08 WIB

Kolaborasi Enerjik Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo Lahirkan Dopamine (Bukan Haluuu)

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:16 WIB

Man Sinner Tampil di Pasar Seni Ancol untuk JAKALCER FEST 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:39 WIB

Anakmu Slalu Cinta Jadi Single Terbaru Lindee Cremona

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:07 WIB

Jakarta Indiesphere 2026: Melting Pot Kreativitas Indie Ibu Kota

Kamis, 18 Juni 2026 - 00:49 WIB

James F. Sundah Foundation Luncurkan Beasiswa Riset Hak Cipta

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:08 WIB

Perpaduan Etnik, Folk, dan Elektronik, Album Jejak Milik MIRZATAMI Resmi Dirilis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:55 WIB

Psy dan P Nation Minta Maaf atas Kasus Obat Psikotropika

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Berita Terbaru

Penyanyi solo, Lindee Cremona. (Foto: Istimewa)

Musik

Anakmu Slalu Cinta Jadi Single Terbaru Lindee Cremona

Jumat, 19 Jun 2026 - 20:39 WIB