Thailand Targetkan Raih 400 Miliar Baht dari Industri Pariwisata

- Editor

Rabu, 31 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Phuket, Thailand. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Michelle_Raponi)

Phuket, Thailand. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/Michelle_Raponi)

Pelopor.id | Jakarta – Pemerintah Thailand menargetkan bisa meraih sekitar 400 miliar baht dari lonjakan kedatangan turis asing di semester kedua tahun ini, seiring dengan maraknya kunjungan turis setelah terjadi pelonggaran sebagian besar pembatasan Covid.

Wakil juru bicara pemerintah Rachada Dhnadirek mengatakan, sekitar 7,5 juta pelancong internasional diprediksi akan mengunjungi sejumlah tempat wisata seperti Bangkok, Phuket dan Koh Samui antara Juli dan Desember, naik 1.840% dari tahun sebelumnya.

Thailand, seperti kebanyakan negara yang bergantung pada pariwisata, mendapat manfaat dari rebound permintaan perjalanan global dengan pihak berwenang menghapus semua pembatasan era pandemi yang membuat pengunjung keluar selama hampir dua tahun.

Pemulihan pariwisata yang lebih baik dari perkiraan telah mendorong bank sentral dan lembaga pemerintah lainnya untuk meningkatkan perkiraan kedatangan, membantu meredam pukulan ke ekonomi Thailand dari inflasi tinggi multi-tahun dan ekspor yang melambat.

“Insentif dan langkah-langkah pemerintah akan semakin mempercepat pemulihan di industri pariwisata negara itu,” kata Rachada dalam sebuah pernyataan yang dikutip Bloomberg.

Namun, menurutnya, wabah Covid yang terus berlanjut, ketegangan Ukraina-Rusia, dan inflasi dipandang sebagai hambatan utama bagi pemulihan pariwisata Thailand.

Thailand akan mengizinkan wisatawan dari sekitar 50 negara untuk memperpanjang masa tinggal mereka hingga 45 hari antara Oktober dan Maret, untuk memikat lebih banyak pengunjung dan mendukung pemulihan ekonomi.

Data bank sentral Thailand menunjukkan, industri pariwisata sebelum pandemi berkontribusi sekitar 12% terhadap produk domestik bruto dan 20% dari keseluruhan pekerjaan. Hampir 40 juta turis asing mengunjungi negara itu pada 2019, menghasilkan pendapatan lebih dari USD 60 miliar. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Wimbledon Tak Punya Alternatif Selain Melarang Pemain Rusia Ikut Kejuaraan

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:26 WIB

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:05 WIB

People Sweet Tawarkan Refleksi Sosial Lewat Single Parade Ego

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:49 WIB

Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:47 WIB

Yure Andini Tawarkan Warna Musik Keroncong Modern Lewat Single Ya Kamu

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:46 WIB

Konflik Royalti Musik Rp 14 Miliar, LMKN Dilaporkan ke KPK

Selasa, 6 Januari 2026 - 03:08 WIB

Idgitaf Ungkap Kecemasan dan Harapan Lewat Single Rutinitas

Sabtu, 27 Desember 2025 - 01:23 WIB

Gerakan Warga Wargi Menanam Warnai Penjualan Tiket Synchronize Fest 2026

Kamis, 25 Desember 2025 - 18:24 WIB

Eksplorasi Musik Tanpa Batas ala Patrick Lesmana dalam EP Yabai

Berita Terbaru

Dokumentasi Boleh Gig edisi 7 Januari 2026. (Foto: Istimewa)

Musik

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Minggu, 11 Jan 2026 - 21:26 WIB