Rusia Tinggalkan International Space Station Setelah 2024

- Editor

Selasa, 26 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi astronot. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/WikiImages)

Ilustrasi astronot. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/WikiImages)

Pelopor.id | Jakarta – Rusia telah memutuskan akan keluar dari Stasiun Luar Angkasa Internasional atau International Space Station (ISS) setelah 2024.

Pengumuman yang diungkapkan oleh kepala badan antariksa Moskow pada Selasa (26/07/2022) itu muncul saat ketegangan berkecamuk antara Kremlin dan negara-negara Barat atas invasi di Ukraina dan sejumlah putaran sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Rusia.

Rusia dan Amerika Serikat (AS) telah bekerja berdampingan di ISS, yang telah mengorbit sejak 1998.

“Tentu saja, kami akan memenuhi semua kewajiban kami kepada mitra kami, tetapi keputusan untuk meninggalkan stasiun ini setelah 2024 telah dibuat,” kata Yury Borisov, yang ditunjuk sebagai kepala Roscosmos pada pertengahan Juli, kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Saya pikir pada saat ini kita akan mulai menyusun stasiun orbital Rusia,” tambah Borisov, menyebutnya sebagai “prioritas” utama program luar angkasa, seperti dikutip dari AFP.

Hingga kini, eksplorasi ruang angkasa adalah salah satu dari sedikit area di mana kerja sama antara Rusia dan AS dan sekutunya belum dirusak oleh ketegangan di Ukraina dan di tempat lain.

Borisov mengatakan industri luar angkasa berada dalam situasi sulit. Dia mengaku akan berusaha untuk meningkatkan standar, dan pertama-tama, untuk menyediakan ekonomi Rusia dengan layanan ruang angkasa yang diperlukan, menunjuk ke navigasi, komunikasi dan transmisi data.

Mengirim manusia pertama ke luar angkasa pada tahun 1961 dan meluncurkan satelit pertama empat tahun sebelumnya adalah salah satu pencapaian utama program luar angkasa Soviet dan tetap menjadi sumber utama kebanggaan nasional di Rusia.

Namun, para ahli mengatakan badan antariksa Rusia tetap menjadi bayangan dari dirinya yang dulu dan dalam beberapa tahun terakhir mengalami serangkaian kemunduran termasuk skandal korupsi dan hilangnya sejumlah satelit dan pesawat ruang angkasa lainnya.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   American Express Hentikan operasional di Rusia

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 17:37 WIB

Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:01 WIB

Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:24 WIB

Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 22:17 WIB

Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua

Senin, 2 Maret 2026 - 00:23 WIB

Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:53 WIB

Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:36 WIB

Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Selasa, 6 Januari 2026 - 02:39 WIB

Transformasi Menuju Bank Berorientasi Global, Bank Jakarta Resmi Luncurkan Kartu Debit Visa

Berita Terbaru