Mahfud MD: Pelanggaran HAM di Papua Hoax, KKB Bunuh Warga Sipil Secara Keji, Fakta

- Editor

Kamis, 21 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto: Pelopor.id/IG Mahfud)

Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto: Pelopor.id/IG Mahfud)

“Banyak negara lain seperti Iran, India, Malaysia juga mendapat surat-surat penerusan yang sama. Surat-surat Itu bukan sorotan pelanggaran HAM oleh PBB, melainkan penerusan surat biasa untuk diketahui dan dipersilahkan untuk menjelaskan kalau negara yg bersangkutan mau menjelaskannya.”

Pelopor.id | Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan, isu pelanggaran HAM oleh aparat di Papua adalah ‘hoax’ yang sengaja dihembuskan kelompok tertentu agar Indonesia mendapat sorotan dunia internasional.

“Ada bias opini yang sering dikembangkan kelompok tertentu bahwa di Papua terjadi pelanggaran HAM oleh aparat hingga disorot dunia internasional. Itu hoax, karena faktanya KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) yang bunuh warga sipil secara keji,” tutur Mahfud lewat akun Instagramnya mohmahfudmd dikutip, Kamis, (21/07/2022).

Menko Polhukam membeberkan, salah satu contoh hoaks terjadi pada 2021 di mana Indonesia mendapat 19 surat peringatan dari Special Procedure Mandate Holders (SPMH) PBB di Jenewa. Faktanya menurut Mahfud, tidak ada peringatan atau sorotan itu.

“Tanggal 13-14 Juni 2022 lalu, saya hadir pada Sidang Komisi Tinggi HAM PBB di Jenewa untuk menyampaikan pidato pemajuan HAM. Ternyata pada Pembukaan Sidang KTT HAM Ke 50 itu, Indonesia tidak disebut sebagai negara yang disorot atau dirujuk, padahal ada 49 negara yang disorot dengan 32 sorotan negatif. Indonesia tidak disebut sama sekali sejak sidang-sidang KT HAM PBB tahun 2020,” ungkap Mahfud.

Baca Juga :   Timboel Siregar: Sukses PON, Sukses Perlindungan Atlet oleh BPJS Ketenagakerjaan

Sementara soal surat dari SPMH, Mahfud menjelaskan bahwa surat itu bukan sorotan atau investigasi, melainkan penerusan surat dari masyarakat untuk diketahui. Namun, isi surat itu tidak pernah dibicarakan di KT HAM PBB. Bahkan, ketika Indonesia mendapat penerusan 17 surat dari SPMH PBB, pada kurun waktu yang sama Amerika Serikat mendapat penerusan lebih dari 70 surat.

“Banyak negara lain seperti Iran, India, Malaysia juga mendapat surat-surat penerusan yang sama. Surat-surat Itu bukan sorotan pelanggaran HAM oleh PBB, melainkan penerusan surat biasa untuk diketahui dan dipersilahkan untuk menjelaskan kalau negara yg bersangkutan mau menjelaskannya. Penjelasan tersebut nanti dipasang di website SPMH,” tegasnya.

Tetapi, oleh kelompok-kelompok tertentu menghembuskan bahwa PBB akan melakukan investigasi. Ada juga yang menurut Menko Polhukam “gagah-gagahan” mengumumkan telah membentuk Tim untuk menyambut Tim SPMH dari PBB guna menyampaikan pengaduan.

Baca Juga :   Grupo Elektra Meksiko Akan Terima Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran

“Padahal tidak ada rencana kunjungan, apalagi investigasi tersebut dari PBB. Buktinya sampai sekarang tidak ada apa-apa,” ucapnya.

“Waktu saya datang ke markas PBB pun tidak ada catatan apa pun. Bahkan ketika bertemu langsung dgn Komisioner Tinggi HAM PBB, Michelle Buchelet saya dan lima anggota delegasi dari Indonesia mendengar langsung bahwa sang komisioner memberi apresiasi atas perkembangan terakhir yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung RI,” tambah Mahfud.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat harus tahu bahwa SPMH itu bukan organ PBB yang bisa menilai dan menyelidiki pelanggaran HAM di suatu negara atas nama KT-HAM PBB.

Baca Juga :   TNI Gagalkan Penyeludupan 5 Paket Ganja dari Papua Nugini

“Jadi tanpa bermaksud mengatakan bahwa di Indonesia benar-benar bersih dari pelanggaran HAM, kita pastikan bahwa KT-HAM PBB sudah tiga kali sidang tahunan (sejak tahun 2020), tidak menyebut Indonesia sebagai salah satu negara yang disorot atau dirujuk. Saya mengapresiasi hasil diplomasi Kementerian Luar Negeri yang mampu menjelaskan hal itu ke dunia internasional,” tandasnya.

Terkait peristiwa pembantaian 12 orang sipil di mana 10 orang di antaranya meninggal dunia oleh KKB di Papua, Menko Polhukam diberondong pertanyaan apakah hal tersebut tidak mendorong Pemerintah melakukan tindakan khusus?. Menurut Mahfud, hingga kini pihaknya masih menggunakan pendekatan keamanan dalam tertib sipil.

“Sampai sekarang kita tetap menggunakan pendekatan keamanan dalam tertib sipil. Kalau soal ada yg menolak pemekaran wilayah atau DOB, ya biasa saja. Kan lebih banyak yg mendukung, baik rakyat maupun tokoh-tokohnya. Dukungan sangat masif dan meriah,” ucapnya.

Baca Juga :   Subway Dituduh Tipu Masyarakat Perihal Produk Tuna

Sementara OPM, lanjut Mahfud, memang sejak awal menolak pemekaran. sehingga jika menunggu semua orang setuju atas satu rencana kebijakan, maka takkan pernah ada kebijakan. sementara di dalam negara demokrasi, setuju dan tak setuju adalah hal yang biasa. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta
Bank Jakarta Salurkan Bantuan Untuk Sahabat Disabilitas Binaan YaSDI
Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026
Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua
Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda
Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan
Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:22 WIB

Westlife Bakal Konser di GBK, Rayakan HUT ke-25 Bareng Fans Jakarta

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:51 WIB

Video Klip Baru Wen & the Wknders: “(Tak Mungkin) Mencari Penggantimu”

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:51 WIB

Komposer Andal Indonesia, James F. Sundah Meninggal Dunia

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:41 WIB

Sheila on 7 Persembahkan Lagu Sederhana untuk Sheilagank

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:12 WIB

Konser Perdana di Jakarta, Josh Holmes Perkenalkan Single Last First Kiss

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:06 WIB

Josh Holmes Gelar Konser Intim di Jakarta, Tiket Ludes dalam Lima Hari

Kamis, 30 April 2026 - 22:38 WIB

Latihan Pestapora 2026 Malaysia Hadirkan Pamungkas dan Sheila On 7

Berita Terbaru

Musisi dan produser Ade Govinda sukses meraih 8 Platinum dari Asiri. (Foto: Istimewa)

Musik

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB