Yellen: Masyarakat Internasional Harus Minta Pertanggungjawaban Putin

- Editor

Jumat, 15 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen. (Foto: Pelopor.id/Twitter @SecYellen)

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen. (Foto: Pelopor.id/Twitter @SecYellen)

Pelopor.id | Jakarta – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen menyebut perang Rusia di Ukraina adalah ancaman terbesar bagi ekonomi global. Yellen mengatakan hal itu pada Kamis, saat para menteri G20 bersiap memulai pembicaraan di Indonesia.

Menurut Yellen, invasi Rusia telah membuat inflasi melonjak pada saat dunia sedang berjuang untuk pulih dari pandemi, membahayakan keuntungan dari dua tahun terakhir dan mengancam kelaparan dan kemiskinan yang meluas.

“Kami melihat efek limpahan negatif dari perang itu di setiap sudut dunia, terutama sehubungan dengan harga energi yang lebih tinggi, dan meningkatnya kerawanan pangan,” katanya seperti dikutip dari AFP.

Yellen juga mengatakan bahwa masyarakat internasional harus memiliki pandangan yang jernih tentang meminta pertanggungjawaban Putin atas konsekuensi ekonomi dan kemanusiaan global dari perangnya.

Dia menegaskan akan terus menekan sekutu G20 pada pertemuan itu untuk membatasi harga minyak Rusia, untuk menghentikan dana perang Putin dan menekan Moskow untuk mengakhiri invasinya sambil menurunkan biaya energi.

Yellen menyatakan harapan bahwa India dan Tiongkok akan bergabung dengan batasan seperti itu, dengan mengatakan hal itu akan melayani kepentingan mereka sendiri untuk menekan harga konsumen di seluruh dunia.

Namun dia menolak untuk menjelaskan apakah pejabat Barat akan melakukan pemogokan multi-negara ketika pejabat Rusia berbicara, seperti yang mereka lakukan pada pertemuan G20 di Washington pada bulan April.

Komentar Yellen menggemakan kepala Dana Moneter Internasional (IMF), yang pada Rabu mengatakan bahwa prospek ekonomi global telah gelap secara signifikan akibat invasi Moskow, hanya beberapa bulan setelah merevisi turun perkiraan pertumbuhan global untuk 2022 dan 2023.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Ukraina Rilis NFT Perang untuk Galang Dana Lawan Rusia

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 22:17 WIB

Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua

Senin, 2 Maret 2026 - 00:23 WIB

Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:53 WIB

Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:36 WIB

Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Selasa, 6 Januari 2026 - 02:39 WIB

Transformasi Menuju Bank Berorientasi Global, Bank Jakarta Resmi Luncurkan Kartu Debit Visa

Jumat, 26 Desember 2025 - 22:36 WIB

Indonesia Ukir Sejarah di Kejuaraan Cheerleading World Championships (CWC) XII

Kamis, 20 November 2025 - 13:47 WIB

Sidang Ke-6 Kasus Perselisihan Warga Ruko Marinatama Mangga Dua, Pihak Tergugat Enggan Beri Keterangan

Rabu, 19 November 2025 - 16:08 WIB

UMKM dan Industri Kreatif Lokal Bakal Bersinar di IIMS 2026

Berita Terbaru

Bank Jakarta kembali menggelar Program Mudik Gratis Lebaran 2026 bersama Pemprov DKI Jakarta. (Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Bank Jakarta Hadirkan Posko Mudik di Rest Area KM 429 Semarang

Senin, 16 Mar 2026 - 14:07 WIB