Salmonella Ditemukan di Pabrik Cokelat Barry Callebaut

- Editor

Jumat, 1 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi cokelat. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/AlexanderStein)

Ilustrasi cokelat. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/AlexanderStein)

Jakarta | Produksi di pabrik cokelat terbesar di dunia, milik Barry Callebaut di Belgia, terpaksa dihentikan setelah ditemukan kontaminasi salmonella. Pabrik tersebut memproduksi coklat cair dalam batch grosir untuk 73 klien yang membuat penganan.

Sejauh ini belum ada laporan konsumen yang terjangkit salmonellosis, penyakit yang menyebabkan diare dan demam, namun hanya berbahaya dalam kasus yang paling ekstrem.

“Barry Callebaut saat ini menghubungi semua pelanggan yang mungkin telah menerima produk yang terkontaminasi. Produksi cokelat di Wieze tetap ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut,” kata juru bicara Korneel Warlop seperti dikutip dari AFP.

Sebelumnya pada 17 Juni, otoritas kesehatan Belgia telah mengizinkan pabrik tersebut kembali beroperasi, dengan masa uji coba selama tiga bulan.

Grup Barry Callebaut memasok kakao dan produk cokelat ke banyak perusahaan di industri makanan, termasuk raksasa industri seperti Hershey, Mondelez, Nestle atau Unilever.

Terbilang sebagai nomor satu di industri cokelat dunia, penjualan tahunan Barry Callebaut mencapai 2,2 juta ton selama tahun keuangan 2020-2021.

Sepanjang tahun keuangan terakhir, grup yang memiliki kantor pusat di Zurich ini, menghasilkan laba bersih sebesar 384,5 juta franc Swiss (USD 402 juta), dengan omset 7,2 miliar franc.

Grup ini juga tercatat memiliki lebih dari 13.000 pekerja, dan lebih dari 60 lokasi produksi di seluruh dunia.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Susul Denmark, Spanyol Turut Mencabut Aturan Wajib Masker

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:09 WIB

Unit Skatepunk, Man Sinner Getarkan Kopi Wangsa Bogor di Buitenstage

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:10 WIB

Tanah Air Project Hadirkan Pesan Toleransi di Festival Gospel Gifest 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:25 WIB

Man Sinner Tutup Swag Event Episode 130 dengan Energi Penuh

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:46 WIB

Ifan Seventeen Sentuh Hati Pendengar Lewat Single Jangan Paksa Rindu (Beda)

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:26 WIB

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:49 WIB

Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:47 WIB

Yure Andini Tawarkan Warna Musik Keroncong Modern Lewat Single Ya Kamu

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:46 WIB

Konflik Royalti Musik Rp 14 Miliar, LMKN Dilaporkan ke KPK

Berita Terbaru

Dokumentasi Boleh Gig edisi 7 Januari 2026. (Foto: Istimewa)

Musik

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Minggu, 11 Jan 2026 - 21:26 WIB