Atasi Krisis Pupuk, Thailand Berencana Negosiasi dengan Arab Saudi

- Editor

Minggu, 26 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi lahan tanaman. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/ivabalk)

Ilustrasi lahan tanaman. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/ivabalk)

Jakarta | Kementerian Perdagangan dan Kamar Dagang Thailand berencana melakukan negosiasi pembelian dengan pemasok pupuk di Arab Saudi. Langkah itu dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi harga tinggi dan kekurangan di negara itu.

Menurut Menteri Perdagangan Jurin Laksanawisit, Arab Saudi baru-baru ini mengizinkan dua pemasok tambahan Saudi menjual pupuk ke Thailand. Satu-satunya pemasok yang ada adalah Saudi Basic Industries Corporation, yang dikenal sebagai SABIC.

Dua perusahaan baru tersebut adalah MA’ADEN (Saudi Arabian Mining Co) dan ACO Group, anak perusahaan Alim Investment Co.

Departemen Promosi Perdagangan Internasional dijadwalkan untuk mengadakan acara pencocokan bisnis antara tiga pemasok pupuk terkemuka Saudi dan importir pupuk Thailand pada 29 Juni, di mana pembeli Thailand akan diizinkan untuk menegosiasikan pembelian.

Jurin mengatakan bahwa negosiasi dapat membantu memastikan pasokan pupuk yang cukup untuk Thailand dengan harga yang lebih terjangkau.

“Menurut angka yang dikumpulkan oleh Kamar Dagang Thailand dan Asosiasi Produsen & Perdagangan Pupuk Thailand, permintaan keseluruhan Thailand untuk pupuk dari Arab Saudi adalah sekitar 808.000 ton, 590.000 ton di antaranya adalah pupuk urea, 193.000 adalah fosfat, dan 25.000 ton adalah pupuk urea. potasium,” kata Jurin seperti dilansir dari Bangkok Post.

Thailand membutuhkan sekitar 5 juta ton pupuk per tahun, namun produksi negara itu hanya dapat memenuhi 8% dari permintaan domestik.

Thailand adalah importir bersih pupuk, membeli lebih dari 5 juta ton per tahun dari luar negeri, dengan pemasok utama dari Timur Tengah, Tiongkok, Kanada dan Rusia.

Dengan adanya perang Rusia-Ukraina yang menaikkan biaya produksi, pada 18 Maret lalu, Departemen Perdagangan Dalam Negeri memberikan persetujuan kepada pedagang dan pemasok lokal untuk menaikkan harga pupuk. Kenaikan itu hanya disetujui berdasarkan kasus per kasus, tidak secara keseluruhan.

Baca Juga :   Amazon Bakal Memulai Pengiriman dengan Drone di California

Departemen juga meminta kerjasama dari asosiasi pupuk untuk membantu mengawasi anggotanya mencegah pencatutan atau penimbunan. Departemen mengancam akan mencabut izin edar dan mengambil tindakan hukum terhadap mereka yang memanfaatkan peluang dengan mencongkel harga.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 17:37 WIB

Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:01 WIB

Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:24 WIB

Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 22:17 WIB

Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua

Senin, 2 Maret 2026 - 00:23 WIB

Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:53 WIB

Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:36 WIB

Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Selasa, 6 Januari 2026 - 02:39 WIB

Transformasi Menuju Bank Berorientasi Global, Bank Jakarta Resmi Luncurkan Kartu Debit Visa

Berita Terbaru