Prancis Mulai Pilih Parlemen Baru untuk Menguji Presiden Macron

- Editor

Jumat, 10 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: Pelopor.id/IG Emmanuel Macron)

Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: Pelopor.id/IG Emmanuel Macron)

Jakarta | Prancis memberikan suara pada hari Minggu dalam pemilihan parlemen, dengan sekutu Presiden Emmanuel Macron berusaha mempertahankan mayoritas dalam menghadapi tantangan yang semakin kompetitif dari koalisi sayap kiri baru.

Pemilihan untuk 577 kursi di majelis rendah Majelis Nasional adalah proses dua putaran. Bentuk parlemen baru akan menjadi jelas setelah putaran kedua pada 19 Juni.

“Jika pemilihan presiden sangat penting, pemilihan legislatif sangat menentukan,” kata Macron dalam kunjungan ke wilayah pedesaan Tarn, seperti dikutip dari AFP.

Jika aliansi sentris presiden Ensemble (Together) mempertahankan mayoritas keseluruhan, ia akan dapat melanjutkan pemerintahan seperti sebelumnya. Kemenangan oleh aliansi sayap kiri, yang dipandang tidak mungkin oleh para analis, akan menjadi bencana bagi Macron.

Ini akan meningkatkan momok “kohabitasi” yang kikuk, di mana perdana menteri dan presiden berasal dari faksi yang berbeda, dari jenis yang telah melumpuhkan politik Prancis di masa lalu.

Pemimpin sayap kiri Jean-Luc Melenchon, seorang mantan Marxis, telah memperjelas ambisinya menjadi perdana menteri dan menghalangi rencana Macron menaikkan usia pensiun Prancis, meskipun presiden akan mempertahankan kendali atas kebijakan luar negeri.

Dari 577 deputi di Majelis Nasional, delapan mewakili wilayah seberang laut Prancis dan 11 mewakili warga negara Prancis yang tinggal di luar negeri. Partai Macron dan sekutunya saat ini memegang mayoritas mutlak dari 345 kursi.

Jajak pendapat terbaru oleh Ipsos memproyeksikan bahwa aliansi Macron akan memenangkan 275-315 kursi. Ini berarti tidak menjamin mayoritas mutlak, yang membutuhkan 289 kursi.

Di bawah sistem Prancis, seorang kandidat membutuhkan lebih dari setengah suara pada hari itu serta dukungan setidaknya 25% pemilih terdaftar di daerah pemilihan untuk dipilih langsung di putaran pertama.

Baca Juga :   PM Thailand Optimis Sambut 9 Juta Turis Asing Tahun Ini

Jika tidak, dua kandidat teratas di daerah pemilihan, serta kandidat lain yang memenangkan dukungan setidaknya 12,5% dari pemilih terdaftar, maju ke putaran kedua, di mana kandidat dengan suara terbanyak menang.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang
Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic
Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal
Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang
Ford Pangkas 1.300 Pekerjaan di Inggris
Tesla Babak Belur di Wall Street
Pesan Natal, Paus Fransiskus Minta Perang Rusia-Ukraina Diakhiri

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:41 WIB

Sheila on 7 Persembahkan Lagu Sederhana untuk Sheilagank

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Senin, 4 Mei 2026 - 14:49 WIB

Lindee Cremona Tampilkan Vokal Tulus di Single Doa Untuk Ayah

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:12 WIB

Konser Perdana di Jakarta, Josh Holmes Perkenalkan Single Last First Kiss

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:06 WIB

Josh Holmes Gelar Konser Intim di Jakarta, Tiket Ludes dalam Lima Hari

Kamis, 30 April 2026 - 22:24 WIB

Synchronize Fest 2026 Bakal Hadirkan Seringai hingga Rizky Febian

Rabu, 29 April 2026 - 01:33 WIB

LaLaLa Fest 2026 Jakarta Dimeriahkan Kehadiran Rex Orange County

Kamis, 23 April 2026 - 18:10 WIB

Ravel Junardy: Hammersonic 2026 Private Event Demi Martabat Festival

Berita Terbaru

Musisi dan produser Ade Govinda sukses meraih 8 Platinum dari Asiri. (Foto: Istimewa)

Musik

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB