Jakarta | Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berjanji akan mendorong peraturan senjata yang lebih ketat, setelah penembakan massal terbaru di sebuah sekolah di Uvalde, Texas, yang menewaskan 21 orang.
“Saya pikir keadaan menjadi sangat buruk sehingga semua orang menjadi lebih rasional tentang hal itu,” kata Biden seperti dilansir dari AFP.
Pembantaian Uvalde terjadi kurang dari dua minggu setelah 10 orang tewas dalam serangan di sebuah toko kelontong di Buffalo, New York oleh seorang pemuda bersenjata yang menargetkan orang Afrika-Amerika. Peristiwa di Uvalde dianggap sebagai serangan sekolah paling mematikan sejak 20 anak dan enam staf tewas di Newtown, Connecticut pada 2012.
Kongres telah berulang kali gagal menyepakati peraturan senjata yang lebih ketat, meskipun penembakan massal terus berulang, namun pembunuhan terbaru dalam epidemi kekerasan senjata di negara itu telah memicu dorongan untuk langkah-langkah baru.
Sementara penembakan massal menarik perhatian sedih dan memacu tuntutan sesaat untuk perubahan, sebagian besar kekerasan senjata di AS berlalu dengan sedikit pemberitahuan.
Pendukung pengendalian senjata berharap kejadian di Uvalde pada akhirnya dapat mendorong para politisi untuk bertindak.
Biden berbicara ketika kota Uvalde mengadakan pemakaman pertamanya untuk korban penembakan massal oleh seorang remaja setempat, yang kemudian ditembak mati oleh polisi.
Pemakaman pertama dijadwalkan pada Selasa, dengan yang lain dijadwalkan hingga pertengahan Juni. Banyaknya jumlah korban telah membuat dua rumah duka di kota itu beralih ke pembalsem.
Gubernur Texas Greg Abbott mengatakan, seorang donor anonim telah menjanjikan USD 175.000 untuk membantu menutupi biaya pemakaman.
Sebuah peringatan dadakan di jantung Uvalde, sebuah kota berpenduduk 15.000 sekitar satu jam perjalanan dari perbatasan Meksiko, telah menarik banyak pelayat. Begitu juga gereja-gereja di kota yang sebagian besar orang Latin, termasuk Gereja Katolik Hati Kudus, tempat Biden dan Ibu Negara Jill Biden berdoa ketika mereka berkunjung pada hari Minggu.[]












