Penembakan Massal di SD Robb Texas Tewaskan Setidaknya 21 Orang

- Editor

Rabu, 25 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi garis polisi. (Foto: Pelopor.id/Unsplash/David von Diemar)

Ilustrasi garis polisi. (Foto: Pelopor.id/Unsplash/David von Diemar)

Jakarta | Seorang pria bersenjata berusia 18 tahun menewaskan 19 anak dan dua orang dewasa di sebuah sekolah dasar Robb di Uvalde, Texas, Amerika Serikat (AS), pada Selasa (24/05/2022), dalam penembakan sekolah paling mematikan di negara itu dalam beberapa tahun terakhir.

“Penyerang menembak dan membunuh, secara mengerikan dan tidak dapat dipahami, 14 siswa dan membunuh seorang guru,” kata Gubernur Greg Abbott pada konferensi pers seperti dikutip dari AFP.

Abbott menambahkan bahwa tersangka penembakan juga meninggal, yang diyakini tertembak oleh petugas polisi.

Ini adalah insiden paling mematikan sejak 14 siswa sekolah menengah dan tiga staf dewasa tewas di Parkland, Florida pada 2018, dan juga yang terburuk di sebuah sekolah dasar sejak penembakan Sandy Hook 2012 di Connecticut, yang menewaskan 20 anak dan enam staf.

Akibat peristiwa mematikan ini, sekolah dasar Robb yang mengajar lebih dari 500 siswa, sebagian besar Hispanik dan siswa kurang beruntung secara ekonomi, meminta orang tua untuk tidak menjemput anak-anak mereka sampai semuanya dihitung.

“Tolong jangan jemput siswa saat ini. Siswa perlu dipertanggungjawabkan sebelum mereka dilepaskan ke perawatan Anda. Anda akan diberitahu untuk menjemput siswa setelah semuanya dipertanggungjawabkan,” kata sekolah di situs webnya.

Kekerasan mematikan di Texas menyusul serangkaian penembakan massal di AS bulan ini.

Pada 14 Mei, seorang pria kulit putih berusia 18 tahun menembak mati 10 orang di sebuah toko kelontong Buffalo, New York. Kemudian hari berikutnya, seorang pria memblokir pintu sebuah gereja di Laguna Woods, California dan menembaki jemaat Taiwan-Amerika, menewaskan satu orang dan melukai lima orang.

Meskipun terjadi penembakan massal yang berulang, berbagai inisiatif untuk mereformasi peraturan senjata telah gagal di Kongres AS, meninggalkan negara bagian dan dewan lokal untuk memberlakukan pembatasan mereka sendiri.

Baca Juga :   Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang

Data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menunjukkan, pada 2020 terjadi 19.350 kasus pembunuhan dengan senjata api di AS, naik hampir 35% dibanding tahun 2019.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:41 WIB

Hadirkan King Nassar, PRSU 2026 Gabungkan Musik, Budaya, dan Identitas Sumatera Utara

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:53 WIB

Keyboardis Hengkang, Band Indie Jalesdeva Rilis Pengumuman

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:54 WIB

Porosatas Buka Babak Baru Lewat No Love! (Alternate Version) Bareng Yuke Sampurna

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:44 WIB

Kohi Sekai Hadirkan Semangat Bangkit dan Bertahan di Album Future

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:36 WIB

INDAHKUS Makin Cegil di Single Baru Bertajuk Bentar Lagi Sayang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:41 WIB

Eks Gitaris ERK, Reza Ryan Perkenalkan Proyek Solo Kantusfirmus Lewat Bintang Magnolia

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:47 WIB

Project Pop Bakal Rayakan 30 Tahun dengan Konser di Tennis Indoor Senayan, Jakarta

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:05 WIB

Unit Skatepunk Man Sinner Lepas Single Kembali, Representasi Aksi Comeback

Berita Terbaru