Jakarta | Perusahaan farmasi Pfizer menyatakan, vaksin Covid produksinya aman dan efektif untuk anak-anak berusia enam bulan hingga di bawah lima tahun ketika diberikan dalam tiga dosis.
Pengumuman itu muncul ketika Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau the US Food and Drug Administration (FDA) merencanakan pertemuan dalam beberapa pekan mendatang, untuk mempertimbangkan otorisasi vaksin Covid di antara anak-anak termuda, satu-satunya kelompok usia yang belum memenuhi syarat di sebagian besar negara, yang menjadi sumber kekhawatiran banyak orang tua.
Pfizer/BioNTech telah mengevaluasi tiga dosis yang diberikan pada tiga mikrogram dalam uji klinis, dan menemukan bahwa vaksin tersebut membangkitkan respons imun yang kuat. Efek samping serupa pada kelompok vaksin dan plasebo. Kemanjuran vaksin adalah 80,3%, menurut perkiraan awal.
“Kami senang bahwa formulasi kami untuk anak-anak bungsu, yang kami pilih dengan hati-hati menjadi sepersepuluh dari kekuatan dosis untuk orang dewasa, dapat ditoleransi dengan baik dan menghasilkan respons kekebalan yang kuat,” kata CEO Pfizer Albert Bourla dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari AFP.
Pfizer berharap dapat segera menyelesaikan pengajuan ke regulator secara global dengan harapan membuat vaksin ini tersedia untuk anak-anak yang lebih muda secepat mungkin, dengan tunduk pada otorisasi peraturan.
FDA telah menjadwalkan sementara tiga tanggal pada bulan Juni, di mana para ahli akan bertemu dan kemungkinan memutuskan apakah akan mengizinkan vaksin Covid buatan Pfizer untuk balita dan vaksin Moderna untuk di bawah enam tahun, yang diberikan sebagai dua suntikan 25 mikrogram.
Awalnya, FDA akan mengevaluasi vaksin Pfizer yang diberikan sebagai dua dosis pada bulan Februari, namun data menunjukkan bahwa vaksin itu tidak memicu respons imun yang cukup kuat pada anak-anak berusia dua hingga empat tahun. FDA kemudian meminta untuk melihat data untuk suntikan ketiga.[]












