Pfizer: Vaksin Covid untuk Balita Efektif dengan Tiga Dosis

- Editor

Selasa, 24 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Vaksin Pfizer. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/x3)

Vaksin Pfizer. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/x3)

Jakarta | Perusahaan farmasi Pfizer menyatakan, vaksin Covid produksinya aman dan efektif untuk anak-anak berusia enam bulan hingga di bawah lima tahun ketika diberikan dalam tiga dosis.

Pengumuman itu muncul ketika Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau the US Food and Drug Administration (FDA) merencanakan pertemuan dalam beberapa pekan mendatang, untuk mempertimbangkan otorisasi vaksin Covid di antara anak-anak termuda, satu-satunya kelompok usia yang belum memenuhi syarat di sebagian besar negara, yang menjadi sumber kekhawatiran banyak orang tua.

Pfizer/BioNTech telah mengevaluasi tiga dosis yang diberikan pada tiga mikrogram dalam uji klinis, dan menemukan bahwa vaksin tersebut membangkitkan respons imun yang kuat. Efek samping serupa pada kelompok vaksin dan plasebo. Kemanjuran vaksin adalah 80,3%, menurut perkiraan awal.

“Kami senang bahwa formulasi kami untuk anak-anak bungsu, yang kami pilih dengan hati-hati menjadi sepersepuluh dari kekuatan dosis untuk orang dewasa, dapat ditoleransi dengan baik dan menghasilkan respons kekebalan yang kuat,” kata CEO Pfizer Albert Bourla dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari AFP.

Pfizer berharap dapat segera menyelesaikan pengajuan ke regulator secara global dengan harapan membuat vaksin ini tersedia untuk anak-anak yang lebih muda secepat mungkin, dengan tunduk pada otorisasi peraturan.

FDA telah menjadwalkan sementara tiga tanggal pada bulan Juni, di mana para ahli akan bertemu dan kemungkinan memutuskan apakah akan mengizinkan vaksin Covid buatan Pfizer untuk balita dan vaksin Moderna untuk di bawah enam tahun, yang diberikan sebagai dua suntikan 25 mikrogram.

Awalnya, FDA akan mengevaluasi vaksin Pfizer yang diberikan sebagai dua dosis pada bulan Februari, namun data menunjukkan bahwa vaksin itu tidak memicu respons imun yang cukup kuat pada anak-anak berusia dua hingga empat tahun. FDA kemudian meminta untuk melihat data untuk suntikan ketiga.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Laris Manis, Hyundai Catat Surat Pemesanan Kendaraan 1.500 Unit di IIMS 2022

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB