Kunjungi Korban Longsor di Bogor, Mensos Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Terkait Ancaman Bencana Hidrometeorologi

- Editor

Selasa, 24 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, fenomena La Nina masih menjadi ancaman hingga Juni 2022.

Artinya potensi peningkatan curah hujan masih dapat terjadi hingga pertengahan 2022 dan 47 persen wilayah zona musim di Indonesia diprediksi akan terlambat masuk musim kemarau.

Hal ini, memicu terjadinya bencana hidrometeorologi. Yakni fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi di atmosfer (meteorologi), air (hidrologi), atau lautan (oseanografi).

Oleh sebab itu, Menteri Sosial Tri Rismaharini meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terkait fenomena anomali cuaca sebagai dampak dari global warming.

Mensos juga mengingatkan, warga masyarakat yang berada di lokasi rawan bencana seperti di lereng gunung, di ketinggian atau tepian sungai, untuk lebih waspada.

“Kita harus tetap waspada mengingat cuaca masih tidak menentu yang disebabkan anomali sebagai dampak global warming,” tutur Mensos saat mengunjungi lokasi bencana longsor di Kampung Pasir Pogor, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Senin (23/05/2022).

Mensos juga meminta masyarakat setempat untuk pindah sementara waktu dari lokasi yang rawan longsor saat hujan deras. Hal ini, untuk menghindari jatuhnya korban jiwa.

“Karena bencana itu kan tidak bisa diprediksi. Tapi langkah antisipasi harus dilakukan dengan baik agar kerugian bisa diminimalisir,” ungkap Mensos.

Di lokasi bencana yang dikunjungi Mensos, tampak sejumlah rumah warga rusak akibat tebing setinggi 6 meter longsor dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Selain hadir meninjau langsung lokasi bencana, Mensos juga menyerahkan santunan ahli waris.

“Bagi para korban tadi kami sampaikan dan minta bantuan kepada camat dan kepala desa untuk membantu pengurusan BPJS. Sedangkan dari Kemensos untuk setiap ahli waris sudah ada standarnya yaitu Rp15 juta per jiwa,” sebut Mensos.

Terkait penanganan bencana, Kementerian Sosial bersama instansi terkait telah gerak cepat menangani masyarakat terdampak. Untuk anak-anak, Mensos memastikan akan membantu agar mereka bisa terus sekolah dengan mengirimkan peralatan sekolah, sedangkan pakaian sehari-hari akan disiapkan dan dikirimkan ke tempat.

Baca Juga :   Abdul Halim Iskandar Beri Peluang Kepala Desa Lanjutkan Pendidikan Hingga S3

Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga mendengarkan keluhan dan perasaan penyintas bencana. Mereka menyatakan masih adanya trauma dan rasa takut pasca bencana.

“Saya memaklumi munculnya trauma. Nanti akan saya kirimkan petugas untuk melakukan layanan trauma healing untuk mengurangi rasa takut dan trauma,” ucap Mensos.

Mensos juga menyaksikan seorang ibu yang diperkirakan akan melahirkan sebulan lagi. Mensos meminta agar ibu tersebut dibantu oleh instansi terkait di daerah untuk biaya persalinan maupun pengobatan selama proses melahirkan.

Bantuan Korban Banjir Rob

Selain di Bogor, Kemensos juga menangani bencana untuk korban banjir rob di Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan sekitarnya.

Untuk membantu para penyintas bencana, Kemensos melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung telah mengirimkan bantuan logistik ke Dinas Sosial Kota Semarang berupa:

  • Selimut 900 lembar
  • Sandang bayi 580 paket
  • Popok bayi 438 paket
  • Sandang dewasa 1.200 paket
  • Foodware 27 paket
  • Perlengkapan dapur keluarga 7 paket
  • Kids wear 430 paket
  • Family kit 28 paket
  • Makanan siap saji 2.900 paket
  • Makanan anak 2.290 paket
  • Lauk pauk siap saji 1.980 paket

Bantuan logistik Kemensos juga dikirimkan dari Sentra Terpadu Soeharso Surakarta ke Dinas Sosial Kabupaten Demak untuk para penyintas banjir dengan rincian:

  • Selimut 400 lembar
  • Sandang bayi 600 paket
  • Popok/pampers bayi 438 paket
  • Sandang dewasa 400 paket
  • Foodware 100 paket
  • Perlengkapan dapur keluarga 10 paket
  • Kids wear 12 paket
    Makanan siap saji 1.250 paket
  • Makanan anak 1.620 paket
  • Lauk Pauk siap saji 1.920 paket
  • Air minum kemasan 8 dus. []
Baca Juga :   Sandiaga: Kemenparekraf Gunakan Produk Lokal Hingga 82 Persen
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta
Bank Jakarta Salurkan Bantuan Untuk Sahabat Disabilitas Binaan YaSDI
Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026
Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua
Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda
Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan
Dream Theater Guncang Jakarta dalam Tur Konser 40 Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:55 WIB

Psy dan P Nation Minta Maaf atas Kasus Obat Psikotropika

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Senin, 18 Mei 2026 - 01:41 WIB

Lirik Lagu Lindee Cremona – Bukan Akhir Cerita

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB