Pembukaan Pembangkit Nuklir Inggris Hinkley Point Ditunda Setahun Lagi

- Editor

Jumat, 20 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi emisi dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi emisi dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Jakarta | Pembangkit nuklir raksasa yang sudah tertunda di Inggris barat daya akan dibuka setahun lebih lambat dari yang direncanakan, dan menelan biaya hingga 3 miliar pound sterling, lebih dari yang diperkirakan sebelumnya.

Raksasa listrik Prancis EDF mengatakan, total biaya Hinkley Point C, yang bertujuan menyediakan 7% dari total kebutuhan listrik Inggris, telah membengkak menjadi 23 miliar pound sterling dan akan mulai dibangkitkan pada Juni 2026, sudah jauh di belakang jadwal.

Hinkley Point adalah pembangkit listrik tenaga nuklir baru pertama di Inggris dalam lebih dari dua dekade.

“Risiko penundaan lebih lanjut dari dua unit dinilai 15 bulan, dengan asumsi tidak adanya gelombang pandemi baru dan tidak ada efek tambahan dari perang di Ukraina,” ungkap EDF dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari AFP.

Inggris memiliki total 15 reaktor nuklir di delapan lokasi di negaranya dan banyak yang sudah mendekati akhir masa pakainya.

Namun, pemerintah Inggris ingin mempertahankan 20% listrik yang dihasilkannya dari nuklir untuk mengatasi perubahan iklim dan membantu memenuhi janjinya mengurangi emisi karbon hingga nol bersih pada 2050.

Kritik telah berfokus pada desain yang diusulkan, yang menggunakan sistem Reaktor Bertekanan Eropa atau European Pressurised Reactor (EPR) baru yang telah mengalami pembengkakan biaya dan penundaan di Prancis dan Finlandia.

Diluncurkan pada 1992 sebagai puncak teknologi nuklir Prancis, EPR pada awalnya dikembangkan oleh Areva dalam usaha patungan dengan Siemens Jerman, yang kemudian ditarik.

Kemudian diambil alih oleh EDF, proyek tersebut menyerukan pembangkit yang mampu beroperasi selama 60 tahun menggunakan teknologi air bertekanan, yang paling banyak digunakan di reaktor di seluruh dunia.

Masalah serupa dengan yang ada di Hinkley telah menghantam proyek EDF di Flamanville di Prancis barat, meskipun perusahaan tersebut telah berhasil meluncurkan dua reaktor dengan mitra Tiongkok di Taishan.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Meghan Markle Anggota Keluarga Kerajaan Inggris Paling Pintar

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB