Jakarta | Semakin banyak negara yang memutuskan hidup berdampingan dengan Covid-19, seiring dengan gencarnya vaksinasi di berbagai negara. Perekonomian pun beranjak pulih, termasuk dari sektor pariwisata yang paling terpukul ketika pandemi dimulai pada 2020. Sejumlah negara kini semakin melonggarkan berbagai pembatasan.
Salah satunya adalah Jepang yang mulai bulan depan akan melipatgandakan batas kedatangan warga asing menjadi 20.000 orang per hari.
Mengutip Reuters, Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno pada Jumat (20/05/2022) mengatakan bahwa pelancong dari sebagian besar negara tidak akan diminta untuk memberikan hasil tes negatif Covid-19, mereka juga tidak harus dikarantina pada saat kedatangan.
Jepang menerima pelancong bisnis, pelajar asing, dan akademisi tetapi bukan turis, kecuali dalam jumlah terbatas dalam uji coba paket wisata. Matsuno mengatakan, pengalaman dengan uji coba akan digunakan dalam keputusan selanjutnya untuk dibuka kembali lebih lanjut.
Kebijakan ini termasuk untuk pada pendatang dari semua anggota lain dari Kelompok Tujuh atau Group of Seven (G7), yang menyumbang hingga 80% dari pendatang asing di Jepang.
G7 adalah sebuah grup yang terdiri dari tujuh negara, yaitu Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Britania Raya dan Amerika Serikat (AS). Anggota G7 adalah negara-negara yang mewakili lebih dari 64% kekayaan bersih global atau sekitar USD 263 triliun.[]












