John Lee Ditunjuk Sebagai Pemimpin Baru Hong Kong

- Editor

Minggu, 8 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

John Lee Pemimpin Baru Hong Kong. (Foto:AFP/JIJI)

John Lee Pemimpin Baru Hong Kong. (Foto:AFP/JIJI)

Jakarta – John Lee ditunjuk sebagai pemimpin baru Hong Kong, setelah proses pemungutan suara dilakukan tertutup di mana ia adalah satu-satunya kandidat. Penunjukannya, dilihat sebagai langkah pemerintah Tiongkok memperkuat cengkeramannya di kota tersebut.

Lee menggantikan kepala eksekutif Carrie Lam, yang telah menjabat sejak 2017. Lee juga dikenal sebagai pendukung setia Beijing yang kerap mengawasi demonstran pro-demokrasi pada tahun 2019.

Pemimpin Hong Kong, dipilih oleh komite dalam lingkaran tertutup yang terdiri dari sekitar 1.500 anggota, yang hampir semuanya loyalis pro-Beijing, meskipun kali ini hanya ada satu kandidat bagi mereka untuk memilih.

Lee sebelumnya merupakan mantan Kepala Sekretaris dan pejabat tertinggi kedua di Hong Kong. Ia selalu diperkirakan akan menjadi pengganti yang disukai untuk Lam yang sebelumnya mengumumkan bahwa dia tidak akan mencari masa jabatan kedua.

Meskipun Lee mendapat dukungan Beijing, dia sangat tidak populer lantaran perannya dalam mengawasi tindakan keras terhadap para pemrotes selama demonstrasi atas RUU ekstradisi yang kontroversial pada tahun 2019.

John Lee
John Lee Pemimpin Baru Hong Kong. (Foto:AFP)

Lee terus mendukung RUU itu meskipun ada kerusuhan, dan mendapat kecaman keras karena menyetujui penggunaan meriam air, peluru karet, gas air mata dan kadang-kadang amunisi hidup oleh polisi untuk membubarkan para pemrotes.

Pada tahun 2020, ia juga mendukung pengenaan undang-undang keamanan nasional yang kontroversial yang mengkriminalisasi sebagian besar bentuk protes politik dan perbedaan pendapat, dan mengurangi otonomi kota. Lee sendiri kala itu menyatakan bahwa undang-undang tersebut akan membantu memulihkan “stabilitas dari kekacauan”.

Lee baru diangkat ke jajaran kepemimpinan tahun lalu, menurut para analis hal itu tanda niat Beijing untuk fokus pada keamanan di Hong Kong. Peran Lee dalam penerapan undang-undang tersebut menyebabkan dirinya serta selusin pejabat lainnya mendapat sanksi dari Amerika Serikat serta pemblokiran YouTube pada kampanye pemilihan 2022-nya. []

Baca Juga :   Malaysia Jadi Pemberhentian Kedua dalam Tur Asia Nancy Pelosi
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 02:55 WIB

Angkat Tema Kehilangan, Dewi Hani Jayanti Rilis Single Karena Kucinta Dia

Selasa, 2 Desember 2025 - 18:38 WIB

Grup Band Paman Rilis Pelita, Lagu Penuh Harapan dan Refleksi

Selasa, 2 Desember 2025 - 17:59 WIB

Vitalia dan Agnes Arabella Bawa Nuansa Emosional di Program Musik Main-Main di Cipete Vol. 37

Minggu, 30 November 2025 - 18:48 WIB

Alf Tatale Gandeng Natasha Ryder untuk Video Musik Single Sesaat

Minggu, 30 November 2025 - 17:53 WIB

Siements hingga Party at Eden Guncang Tease Club Lewat Distorsi Gegap Gempita

Jumat, 28 November 2025 - 01:46 WIB

Annisa Dalimunthe dan Posan Tobing Hadirkan Lagu Anak Berjudul Anugerah Terindah

Jumat, 28 November 2025 - 01:10 WIB

Lemon Vanilla Ice & Your Raincoat Jadi Modal Awal Batavian Roulette

Kamis, 27 November 2025 - 00:09 WIB

Black Horses dan KILMS Siap Panaskan Distorsi Gegap Gempita 2025

Berita Terbaru