WHO: Hepatitis Berat Terdeteksi pada 300 Anak di 20 Negara di Seluruh Dunia

- Editor

Kamis, 5 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, hampir 300 kemungkinan kasus anak-anak dengan hepatitis berat telah terdeteksi di 20 negara di seluruh dunia, dengan beberapa diantaranya ada di Asia Tenggara.

Pejabat kesehatan di seluruh dunia pun, kini sedang menyelidiki peningkatan misterius kasus infeksi hati yang pertama kali terlihat di Inggris tersebut. Virus yang disebut adenovirus itu, mengalami lonjakan kasus ketika dunia dalam masa pemulihan akibat pandemi Covid-19.

Pada 1 Mei, sebagian besar kasus anak-anak dengan hepatitis telah terdeteksi di Eropa dengan jumlah kecil juga dilaporkan di Amerika, Pasifik barat dan Asia Tenggara.

Kasus pertama hepatitis yang tidak biasa ini, terlihat di Skotlandia pada anak-anak di bawah usia 10 tahun. Lebih dari 140 kasus sekarang sedang diselidiki di Inggris.

Sebagian besar anak-anak Inggris memiliki bentuk peradangan hati ringan, meskipun 10 anak-anak membutuhkan transplantasi hati. Mereka memiliki gejala awal muntah dan diare diikuti oleh menguningnya kulit atau putih mata, yang disebut penyakit kuning.

Virus hepatitis yang biasanya menyebabkan kondisi (virus A, B, C, D dan E) tidak terdeteksi pada salah satu anak-anak. Negara-negara di seluruh dunia mulai mencari kondisi hati yang tidak dapat dijelaskan ‘yang tidak diketahui asalnya’ pada anak-anak setelah disorot oleh pejabat kesehatan Inggris. Tidak ada alasan untuk percaya bahwa kondisi langka itu sendiri menyebar ke seluruh dunia.

Foto: Freepik

Sementara WHO mengatakan, belum jelas apakah telah terjadi peningkatan kasus hepatitis, atau peningkatan kesadaran akan kondisi yang biasanya tidak terdeteksi. Para ilmuwan sendiri percaya bahwa virus umum yang telah pulih sejak pandemi dapat memainkan peran. Ini telah beredar pada tingkat yang jauh lebih tinggi dari biasanya baru-baru ini.

Adenovirus adalah patogen yang paling umum terdeteksi pada sekitar tiga perempat anak-anak Inggris dengan hepatitis dikonfirmasi yang diuji. Dan jenis adenovirus tertentu, yang disebut F41, ditemukan dalam seperempat darah anak-anak itu. Adenovirus yang sama juga dilaporkan telah ditemukan pada sembilan anak dengan hepatitis di Amerika Serikat.

Baca Juga :   Jumlah Perokok di Dunia Turun, WHO Tetap Desak Pengendalian Tembakau

Pejabat kesehatan Inggris percaya anak-anak kecil, yang tidak terpapar virus umum selama pandemi Covid karena berkurangnya pencampuran sosial, sekarang terinfeksi ketika mereka tidak memiliki perlindungan sebelumnya.

Ada 50 jenis adenovirus dan mereka umumnya menyebabkan pilek, dan kadang-kadang penyakit dan diare. Mereka jarang menyebabkan hepatitis pada anak-anak yang sehat.

Para ahli kesehatan juga menyelidiki penyebab lain, seperti munculnya strain baru adenovirus, infeksi Covid sebelumnya atau keduanya terjadi pada saat yang sama.

“Sementara adenovirus adalah hipotesis yang mungkin, penyelidikan sedang berlangsung untuk agen penyebab,” sebut WHO. []

Baca Juga :   Menghindari Stigmatisasi, New York Minta WHO Menamai Ulang Cacar Monyet

Sumber BBC

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
IONATION 2025 Hadirkan Maia Estianty, Ajak Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan
Hari Anak Nasional 2025: TNP Group, MUGU, dan Sahabat Anak Hadirkan Ruang Bermain Bermakna di Cijantung
Poli deCent, Langkah Strategis RS MMC Hadapi Gangguan Mental di Era Modern
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:03 WIB

Ryan Gosling Perankan Karakter Ghost Rider Versi Marvel Cinematic Universe

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:40 WIB

Langgar Privasi, TikTok dan Apple Kena Denda di Korea Selatan

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:33 WIB

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City

Kamis, 9 Oktober 2025 - 22:00 WIB

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence

Jumat, 10 Mei 2024 - 19:58 WIB

Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang

Minggu, 28 April 2024 - 13:46 WIB

Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic

Minggu, 4 Juni 2023 - 18:03 WIB

Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal

Senin, 15 Mei 2023 - 17:28 WIB

Biden Optimis Bisa Sepakat dengan Republik untuk Menaikkan Batas Utang

Berita Terbaru

Ilustrasi aplikasi media sosial TikTok. (Foto: Istimewa)

Internasional

Langgar Privasi, TikTok dan Apple Kena Denda di Korea Selatan

Minggu, 26 Jul 2026 - 18:40 WIB

Penyanyi dangdut, Lesti Kejora. (Foto: Istimewa)

Musik

Lesti Kejora Jadi Kolaborator di Konser 30 Tahun UNGU

Jumat, 24 Jul 2026 - 21:52 WIB