Aktivitas Pabrik Tiongkok Anjlok ke Level Terendah

- Editor

Sabtu, 30 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pabrik Pengolahan Nikel. (Foto: Pelopor.id/Unsplash)

Ilustrasi Pabrik Pengolahan Nikel. (Foto: Pelopor.id/Unsplash)

Jakarta | Aktivitas pabrik Tiongkok pada bulan April tercatat turun ke level terendah dalam lebih dari dua tahun terakhir. Hal itu terutama dipicu oleh kerusakan ekonomi akibat penguncian atau lockdown dan pembatasan ketat Covid-19 serta meningkatnya kekhawatiran tentang gangguan lebih lanjut pada rantai pasokan global.

Berdasarkan data Biro Statistik Nasional Tiongkok (NBS), indeks manajer pembelian manufaktur resmi pada April turun menjadi 47,4 poin, dari bulan sebelumnya yang berada di level 49,5. Angka itu hampir sesuai dengan prediksi rata-rata ekonom Bloomberg.

Wabah virus corona yang terbaru memang memaksa sejumlah perusahaan untuk mengurangi atau bahkan menghentikan produksi.

Ahli statistik senior NBS Zhao Qinghe mengatakan bahwa aktivitas di industri jasa Tiongkok turun tajam akibat dampak parah dari wabah Covid. Melansir Bloomberg News, kegiatan usaha di 19 dari 21 sektor jasa yang disurvei, termasuk transportasi udara, akomodasi dan katering, mengalami kontraksi.

Beijing berada di bawah tekanan yang meningkat untuk mendorong pertumbuhan karena wabah Covid-19 dan pembatasan di banyak kota melumpuhkan sebagian besar ekonominya, yang terbesar kedua di dunia.

Banyak pabrikan telah mencoba untuk tetap beroperasi dengan menggunakan apa yang disebut sistem loop tertutup, di mana para pekerja tinggal di lokasi dan diuji secara teratur. Namun aktivitas masih terhambat oleh pembatasan mobilitas yang panjang, termasuk di Shanghai, di mana sebagian besar penduduk telah dikunci selama sebulan.

Kemacetan logistik telah menyebabkan kekurangan suku cadang dan membuat perpindahan orang dan barang di dalam negeri dan lintas batas menjadi sulit. Pengeluaran konsumen juga turun lantaran orang-orang tinggal di rumah, secara sukarela atau tidak.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Sandiaga Uno Bakal Bangun Sekolah Pendidikan Pariwisata di Labuan Bajo

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 02:55 WIB

Angkat Tema Kehilangan, Dewi Hani Jayanti Rilis Single Karena Kucinta Dia

Selasa, 2 Desember 2025 - 18:38 WIB

Grup Band Paman Rilis Pelita, Lagu Penuh Harapan dan Refleksi

Selasa, 2 Desember 2025 - 17:59 WIB

Vitalia dan Agnes Arabella Bawa Nuansa Emosional di Program Musik Main-Main di Cipete Vol. 37

Minggu, 30 November 2025 - 18:48 WIB

Alf Tatale Gandeng Natasha Ryder untuk Video Musik Single Sesaat

Minggu, 30 November 2025 - 17:53 WIB

Siements hingga Party at Eden Guncang Tease Club Lewat Distorsi Gegap Gempita

Jumat, 28 November 2025 - 01:46 WIB

Annisa Dalimunthe dan Posan Tobing Hadirkan Lagu Anak Berjudul Anugerah Terindah

Jumat, 28 November 2025 - 01:10 WIB

Lemon Vanilla Ice & Your Raincoat Jadi Modal Awal Batavian Roulette

Kamis, 27 November 2025 - 00:09 WIB

Black Horses dan KILMS Siap Panaskan Distorsi Gegap Gempita 2025

Berita Terbaru