Lisa Blackpink Jadi Duta Merek Scotch Tuai Kontroversi di Thailand

- Editor

Jumat, 15 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lisa Blackpink Jadi Duta Merek Scotch Tuai Kontroversi di Thailand. (Foto: Pelopor.id/Twitter @BLACKPINK_LISA)

Lisa Blackpink Jadi Duta Merek Scotch Tuai Kontroversi di Thailand. (Foto: Pelopor.id/Twitter @BLACKPINK_LISA)

Jakarta | ‘Lisa’ Manoban, anggota grup K-pop Blackpink, telah menjadi duta merek perusahaan wiski Scotch yang terkenal. Hal ini menghidupkan kembali diskusi tentang Undang-Undang Pengendalian Minuman Beralkohol yang kontroversial di Thailand, mengingat Lisa berasal dari Thailand.

Gambar dan video yang menunjukkan Lisa mempromosikan merek tersebut telah beredar luas di media sosial, mendorong pihak berwenang mengeluarkan peringatan singkat bahwa mereka sedang mempertimbangkan tindakan terhadap orang-orang yang mengunggah dan membagikan gambar Lisa dengan wiski.

Thailand pun melarang semua iklan dan penggambaran alkohol di semua media. Melansir Bangkok Post, Jumat (15/04/2022), pelanggar dapat didenda hingga 500.000 baht (Rp 213,5 juta) atau dihukum satu tahun penjara, atau keduanya.

Kontroversi Lisa Blackpink dapat menyolek negara untuk meninjau kebijakan anti-alkohol kuno ini, setelah anggota parlemen Partai Maju untuk Bangkok Thaopipob Limjirakorn, pada awal Februari mengusulkan rancangan undang-undang (RUU) tentang pajak cukai, secara luas dijuluki “Tagihan Minuman Keras Progresif”, untuk merevolusi industri alkohol Thailand.

Dalam perkembangan terakhir, kabinet pada 29 Maret malah memutuskan menginstruksikan Kementerian Keuangan untuk mengubah peraturan tertentu mengenai produksi minuman keras, dengan cara yang tidak membatasi hak masyarakat memproduksi minuman keras untuk tujuan non-komersial, mengabaikan draft RUU Minuman Keras Progresif.

Menurut wakil juru bicara pemerintah Rachada Dhnadirek, produksi minuman keras untuk tujuan non-komersial sudah dimungkinkan, asalkan produksinya sesuai dengan kontrol kualitas dan lingkungan, untuk memastikan keselamatan orang yang mengkonsumsinya. Sedangkan kontrol pada standar keamanan minuman keras dan dampak lingkungan dari proses produksi masih diwajibkan.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   UE: Tiongkok Layak Terima Sanksi Baru Atas Xinjiang

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB