Lonjakan Covid Buat AS Perintahkan Staf Konsulat Tinggalkan Shanghai

- Editor

Rabu, 13 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bendera Amerika Serikat. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/RoadTripGuys)

Ilustrasi bendera Amerika Serikat. (Foto: Pelopor.id/Pixabay/RoadTripGuys)

Jakarta | Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan pada Selasa (12/04/2022) waktu setempat bahwa mereka telah memerintahkan seluruh karyawan non-esensial di konsulat Shanghai untuk pergi, sambil menyuarakan keprihatinan akan keselamatan orang AS di Tiongkok.

Tiongkok telah berpegang pada kebijakan “nol Covid”, yang bertujuan menghilangkan infeksi melalui penguncian atau lockdown yang ketat, pengujian massal, dan pembatasan perjalanan. Namun, kebijakan itu mendapat tekanan sejak Maret, lantaran lebih dari 100.000 kasus Covid di Shanghai telah menyebabkan lockdown di kota itu.

Keputusan lockdown pun memicu kemarahan publik yang meluas atas kekurangan makanan dan kebijakan yang tidak fleksibel untuk mengirim siapa pun yang dites positif ke pusat karantina.

Kritik terhadap Tiongkok semakin meningkat, terutama ketika negara-negara lain mulai belajar untuk hidup berdampingan dengan pandemi. Bahkan, Kamar Dagang Uni Eropa telah memperingatkan bahwa strategi virus corona Tiongkok mengikis kepercayaan investor asing.

Mereka pun mendesak pemerintah Tiongkok untuk mengubah pendekatannya dengan memvaksinasi orang tua, di antaranya tingkat inokulasi rendah dan mengizinkan orang dengan Covid ringan untuk dikarantina di rumah.

Melansir AFP, Beijing membalas keluhan AS, dengan juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok Zhao Lijian pada akhir pekan lalu mengecam tuduhan tak berdasar AS dan bersikeras bahwa kebijakan Tiongkok ilmiah dan efektif.

Pihak berwenang Shanghai telah bersumpah tidak akan bersantai sedikit pun. Mereka telah menyiapkan puluhan ribu tempat tidur baru untuk menerima setiap orang yang dites positif terkena virus, terlepas dari mereka menunjukkan gejala atau tidak.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Tiongkok Hapus Aplikasi Kencan Gay Grindr

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:22 WIB

Westlife Bakal Konser di GBK, Rayakan HUT ke-25 Bareng Fans Jakarta

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:51 WIB

Video Klip Baru Wen & the Wknders: “(Tak Mungkin) Mencari Penggantimu”

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:41 WIB

Sheila on 7 Persembahkan Lagu Sederhana untuk Sheilagank

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Senin, 4 Mei 2026 - 14:49 WIB

Lindee Cremona Tampilkan Vokal Tulus di Single Doa Untuk Ayah

Berita Terbaru