Konstruktor Terpukul Kenaikan Harga Baja Akibat Perang Rusia-Ukraina

- Editor

Selasa, 12 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi konstruksi. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Ilustrasi konstruksi. (Foto: Pelopor.id/Pixabay)

Jakarta | Perang Rusia-Ukraina mendorong harga baja domestik yang sudah naik 20%, membuat pembeli rumah dan perusahaan konstruksi menanggung biaya yang lebih tinggi.

Baja merupakan salah satu bahan baku yang mengalami kenaikan harga, setelah Rusia melancarkan invasi ke Ukraina sejak 24 Februari 2022, yang juga turut mendongkrak harga minyak dunia.

Rusia adalah produsen dan pengekspor baja global, namun sejak invasinya ke Ukraina, manufaktur baja di kedua negara itu pun telah ditangguhkan atau ditutup.

“Berbagai produk baja menjadi lebih mahal. Harga batangan baja naik menjadi 28-29 baht per kilogram, sudah mempengaruhi sektor bisnis utama,” kata Direktur Asosiasi Produsen Baja Produk Panjang EAF Chaichalerm Bunyanuwat seperti dikutip dari Bangkok Post (12/04/2022).

Pengembang real estat dapat membebani pembeli baru dengan menaikkan harga rumah atau kondominium. Namun, perusahaan konstruksi yang sudah mendapatkan proyek dari pemerintah akan langsung terdampak karena harus membeli baja yang mahal.

“Konstruktor juga menghadapi kendala likuiditas, karena berdasarkan peraturan saat ini, butuh waktu lama bagi pemerintah untuk membayar mereka untuk faktor K [eskalasi],” ujarnya.

Produsen baja pun menghadapi biaya energi yang lebih tinggi dan menghadapi masalah dengan meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi biaya.

Menanggapi masalah ini, asosiasi menyarankan pemerintah Thailand merencanakan solusi jangka panjang dengan tidak mengizinkan ekspor billet dan scrap baja, lantaran harga global lebih tinggi dari harga domestik.

“Beberapa produsen baja lokal mungkin ingin mendapatkan keuntungan dari efek permintaan dan pasokan baja ini,” kata Chaichalerm.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Ukraina dan Rusia Saling Tuduh Serangan Pembangkit Nuklir

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:22 WIB

Westlife Bakal Konser di GBK, Rayakan HUT ke-25 Bareng Fans Jakarta

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:51 WIB

Video Klip Baru Wen & the Wknders: “(Tak Mungkin) Mencari Penggantimu”

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:41 WIB

Sheila on 7 Persembahkan Lagu Sederhana untuk Sheilagank

Senin, 4 Mei 2026 - 16:23 WIB

Raih 8 Platinum Awards, Ade Govinda Ungkap Rasa Syukur

Senin, 4 Mei 2026 - 14:49 WIB

Lindee Cremona Tampilkan Vokal Tulus di Single Doa Untuk Ayah

Berita Terbaru