Rusia Hapus 15 Organisasi Asing, Termasuk Amnesty International dan Human Rights Watch

- Editor

Sabtu, 9 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Pelopor.id/Rusia Today)

Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Pelopor.id/Rusia Today)

Jakarta – Rupanya, Rusia mulai membalas laporan-laporan kejahatan perang terhadap negara tersebut. Kementerian Kehakiman Rusia menyatakan bahwa pihaknya telah menghapus 15 organisasi dan LSM internasional Asing, termasuk kantor lokal Human Rights Watch dan Amnesty International yang telah bekerja di rusia selama 30 tahun terakhir di Rusia.

“15 organisasi telah dihapus dari daftar organisasi internasional dan LSM asing Rusia karena pelanggaran undang-undang Federasi Rusia,” tutur Kementerian Kehakiman Rusia dilansir AFP, Sabtu (09/04/2022).

Tidak dijelaskan secara rinci penutupan tersebut. Mereka hanya menyatakan Rusia juga menutup kantor lokal dari Carnegie Endowment for International Peace, Friedrich Naumann Foundation for Freedom, Friedrich Ebert Foundation, Aga Khan Foundation, Wspolnota Polska Association dan organisasi lainnya.

Berdasarkan Laporan RT pada Sabtu (09/04/2022), penutupan berlaku untuk cabang Amnesty International yang berbasis di Inggris, Carnegie Foundation for International Peace yang berbasis di AS, Human Rights Watch, dan Institute for International Education serta cabang Rusia dari Aga Khan Foundation yang berbasis di Swiss dan LSM Polandia Wspólnota Polska.

Kemudian, sebagian besar LSM yang dilarang adalah orang Jerman, termasuk yayasan yang dinamai menurut nama Friedrich Naumann, Friedrich Ebert, Konrad Adenauer, Hanns Seidel, Heinrich Boell, dan Rosa Luxemburg, serta kantor Yayasan Riset Jerman di Rusia.

Bisa dibilang langkah ini merupakan aksi pembalasan lantaran penutupan dilakukan setelah PBB menangguhkan keanggotaan Rusia di Dewan HAM. Pengumuman penutupan 15 organisasi itu datang pada hari ke-44 invasi Rusia di Ukraina yang mengakibatkan ribuan orang tewas dan lebih dari 11 juta orang lainnya meninggalkan rumah atau negara mereka dan menjadikannya krisis pengungsi terparah di Eropa sejak Perang Dunia II.

Baca Juga :   Rusia Buka Koridor Kemanusiaan untuk Warga Ukraina, Gencatan Senjata?

Wakil direktur divisi Eropa dan Asia Tengah Human Rights Watch (HRW) Rachel Denber mengatakan, penutupan ini tak akan menghentikan lembaganya. Denber, yang sebelumnya memimpin kantor pengawas Moskow menegaskan, HRW akan terus bekerja di Rusia.

“HRW telah bekerja di Rusia sejak era Soviet, ketika itu adalah negara totaliter yang tertutup. Kami menemukan cara untuk mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia saat itu, dan kami akan melakukannya di masa depan,” tegasnya.

Sementara Sekjen Amnesty International, Agnes Callamard sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendukung warga Rusia dan akan melipatgandakan upaya untuk mengungkap pelanggaran HAM Rusia baik di dalam dan luar negeri.

“Di negara di mana sejumlah aktivis dan pembangkang di penjara, dibunuh atau diasingkan, di mana media independen telah dicoreng, diblokir atau dipaksa menyensor diri sendiri, dan di mana organisasi sipil masyarakat dilarang atau dilikuidasi,” tandasnya.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City
Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:41 WIB

Hadirkan King Nassar, PRSU 2026 Gabungkan Musik, Budaya, dan Identitas Sumatera Utara

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:53 WIB

Keyboardis Hengkang, Band Indie Jalesdeva Rilis Pengumuman

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:54 WIB

Porosatas Buka Babak Baru Lewat No Love! (Alternate Version) Bareng Yuke Sampurna

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:44 WIB

Kohi Sekai Hadirkan Semangat Bangkit dan Bertahan di Album Future

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:36 WIB

INDAHKUS Makin Cegil di Single Baru Bertajuk Bentar Lagi Sayang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:41 WIB

Eks Gitaris ERK, Reza Ryan Perkenalkan Proyek Solo Kantusfirmus Lewat Bintang Magnolia

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:47 WIB

Project Pop Bakal Rayakan 30 Tahun dengan Konser di Tennis Indoor Senayan, Jakarta

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:05 WIB

Unit Skatepunk Man Sinner Lepas Single Kembali, Representasi Aksi Comeback

Berita Terbaru