Janet Yellen: Pengembangan Dolar Digital Butuh Waktu Tahunan

- Editor

Sabtu, 9 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen. (Foto: Pelopor.id/Twitter @SecYellen)

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen. (Foto: Pelopor.id/Twitter @SecYellen)

Jakarta | Pemerintah Amerika Serikat (AS) sedang mempelajari kemungkinan penerbitan mata uang digital bank sentral, sebagai bagian dari perintah eksekutif Presiden AS Joe Biden tentang cryptocurrency.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan, desain dan pengembangan dolar digital kemungkinan akan memakan waktu bertahun-tahun, jika AS memilih untuk membuatnya.

Negara-negara lain termasuk Tiongkok, telah menciptakan mata uang digital bank sentral, atau central-bank digital currency (CBDC), karena mereka mencoba mengikuti kebangkitan mata uang kripto.

Dalam pidatonya di American University di Washington beberapa waktu lalu, Yellen menyebutkan upaya pemerintah akan mempertimbangkan dampak CBDC pada kebijakan moneter, keamanan nasional dan perdagangan internasional, serta kegunaannya bagi konsumen.

“Saya belum bisa memberi tahu Anda kesimpulan apa yang akan kami capai, tetapi kami harus jelas bahwa menerbitkan CBDC kemungkinan akan menghadirkan tantangan desain dan rekayasa besar yang akan membutuhkan pengembangan bertahun-tahun, bukan berbulan-bulan,” kata Yellen seperti dikutip dari The Wall Street Journal.

Yellen mengatakan AS perlu membuat sistem pembayaran lebih murah, lebih cepat dan lebih mudah diakses, mengingat sistem saat ini dapat mendorong warga AS berpenghasilan rendah ke pemberi pinjaman berbunga tinggi untuk menutupi pengeluaran saat mereka menunggu gaji dilunasi.

Menurut Yellen, dolar digital dapat membantu orang Amerika lebih mudah mengirim dan menerima uang, namun lebih banyak perubahan jangka pendek juga dapat membuat perbedaan.

Yellen menunjuk pada penciptaan FedNow yang akan datang, sebuah sistem yang akan memungkinkan pembayaran tagihan, cek gaji dan transfer konsumen atau bisnis umum lainnya tersedia secara instan dan sepanjang waktu.

FedNow yang dijadwalkan rilis pada 2023, merupakan perubahan dari sistem saat ini yang ditutup pada akhir pekan dan dapat memerlukan waktu berhari-hari untuk menyelesaikan transaksi.

Baca Juga :   Permintaan Makin Lambat, Industri Chip AS Bersiap Hadapi Masa Sulit

“Bagi banyak orang Amerika, sebagian besar transaksi masih membutuhkan waktu terlalu lama untuk diselesaikan,” ucap Yellen.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 01:33 WIB

LaLaLa Fest 2026 Jakarta Dimeriahkan Kehadiran Rex Orange County

Kamis, 23 April 2026 - 18:10 WIB

Ravel Junardy: Hammersonic 2026 Private Event Demi Martabat Festival

Senin, 20 April 2026 - 18:10 WIB

Echoes, We Hide Hadirkan Nuansa Emo Rock di EP the things we left unsaid after you

Senin, 20 April 2026 - 17:40 WIB

Ade Hubart dan Ian Antono Hadirkan Pesan Optimis di Single Come On

Jumat, 17 April 2026 - 21:11 WIB

Ade Govinda dan Gloria Jessica Luncurkan Lagu Terbelah Jadi Dua

Jumat, 17 April 2026 - 01:54 WIB

Risty Ang Gandeng Syafii Efendi di Lagu Jadilah Pemenang

Kamis, 16 April 2026 - 23:26 WIB

Rully Irawan Ceritakan Perjalanan Ayah di Perantauan Lewat Single Markisa

Senin, 13 April 2026 - 13:45 WIB

People Sweet Rilis Final Destination Usai Tur Virtual di Roblox

Berita Terbaru