Pemegang Saham Toshiba Menolak Rencana Spin-off

- Editor

Kamis, 24 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Toshiba. (Foto: Pelopor.id/Twitter)

Toshiba. (Foto: Pelopor.id/Twitter)

Jakarta | Pemegang saham Toshiba menolak rencana spin-off dalam pemungutan suara utama, pada Kamis (24/03/2022) waktu setempat. Sejumlah pemegang saham utama berpendapat bahwa spin-off hanya akan menambah kesengsaraan Toshiba dengan menciptakan lebih banyak jabatan manajerial di unit yang lebih kecil, daripada meningkatkan tata kelola perusahaan.

Sedangkan beberapa pemegang saham lainnya menginginkan pembelian sebagai gantinya, menyusul tawaran pengambilalihan yang ditinggalkan tahun lalu dari dana ekuitas swasta CVC Capital Partners.

Hasil pemungutan suara yang diadakan pada rapat pemegang saham luar biasa tidak mengikat, namun Toshiba berharap mendapat dukungan jelang pemungutan suara terakhir pada tahun depan mengenai rencana melepaskan unit perangkat elektroniknya.

Hasil ini juga menjadi kemunduran terbaru untuk Toshiba yang pernah menjadi simbol kekuatan teknologi dan bisnis Jepang. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan tersebut telah menghadapi serangkaian skandal, masalah keuangan dan pengunduran diri tingkat tinggi yang mengejutkan.

Selain menolak rencana spin-off, mereka juga menolak proposal oleh pemegang saham utama yang berbasis di Singapura untuk mengeksplorasi alternatif, termasuk go private.

“Perusahaan kami akan meninjau setiap dan semua opsi strategis untuk meningkatkan nilai perusahaan kami, dengan mempertimbangkan pendapat yang diungkapkan oleh pemegang saham,” kata CEO Toshiba Taro Shimada seperti dikutip dari AFP.

Sebelumnya, Satoshi Tsunakawa yang merupakan tokoh kunci di balik proposal spin-off Toshiba, secara tiba-tiba mengundurkan diri sebagai CEO pada awal bulan ini, setelah menjalani masa jabatan singkat kurang dari setahun. Dia digantikan oleh Shimada, yang mendukung perpecahan dua arah.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Pavel Durov Ungkap Alasan Brasil Tangguhkan Telegram

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:09 WIB

Unit Skatepunk, Man Sinner Getarkan Kopi Wangsa Bogor di Buitenstage

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:10 WIB

Tanah Air Project Hadirkan Pesan Toleransi di Festival Gospel Gifest 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:25 WIB

Man Sinner Tutup Swag Event Episode 130 dengan Energi Penuh

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:46 WIB

Ifan Seventeen Sentuh Hati Pendengar Lewat Single Jangan Paksa Rindu (Beda)

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:26 WIB

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:49 WIB

Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:47 WIB

Yure Andini Tawarkan Warna Musik Keroncong Modern Lewat Single Ya Kamu

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:46 WIB

Konflik Royalti Musik Rp 14 Miliar, LMKN Dilaporkan ke KPK

Berita Terbaru

Dokumentasi Boleh Gig edisi 7 Januari 2026. (Foto: Istimewa)

Musik

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Minggu, 11 Jan 2026 - 21:26 WIB