Moeldoko Bukan Penyelenggara Maupun Donatur KLB Deli Serdang, Bagi-bagi Uang dan Handphone Fitnah

0
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko. (Foto: Pelopor.id/Twitter KSP)

Pelopor.id – Muhammad Rahmad, Juru Bicara DPP Partai Demokrat KLB Deli Serdang mengatakan bahwa Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko bukanlah penyelenggara maupun donatur Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sibolangit, Sumatera Utara pada 5 Maret 2021 lalu. Tetapi, Moeldoko hadir di acara tersebut sebagai undangan atas permintaan peserta KLB.

“Kami minta kubu AHY untuk segera mengklarifikasi pernyataan tersebut dan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Indonesia,

“Pak Moeldoko bukan penyelenggara dan bukan pula donatur KLB Deli Serdang. Pak Moeldoko hanya diminta oleh peserta KLB untuk jadi Ketua Umum Partai Demokrat. KLB Partai Demokrat di Deli Serdang diselenggarakan oleh DPC, DPD, dan kader-kader Partai Demokrat,” tutur Rahmad, Selasa, 19 Oktober 2021.

Rahmad juga menegaskan, bahwa kesaksian dari peserta KLB Demokrat sekaligus Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kota Kotamobagu, Gerald Pieter Runtuthomas yang menyebut Moeldoko bagi-bagi uang dan handphone adalah fitnah dan berita bohong.

Muhammad Rahmad
Muhammad Rahmad, Juru Bicara DPP Partai Demokrat KLB Deli Serdang. (Foto: Pelopor.id/Ist)

“Tidak ada satu fakta pun yang menunjukkan Pak Moeldoko membagi bagikan uang dan ponsel sebagaimana yang dituduhkan. Itu adalah karangan bebas, skenario sesat yang dengan sengaja membuat fitnah dan berita bohong,” tegas Rahmad.

Rahmad juga menggarisbawahi bahwa KLB Partai Demokrat di Deli Serdang diselenggarakan oleh DPC, DPD dan kader-kader Partai Demokrat. Moeldoko sendiri, hanya diminta oleh peserta KLB untuk jadi Ketua Umum Partai Demokrat.

“Oleh sebab itu, kubu AHY telah memfitnah, telah menebarkan berita bohong dan telah mencemarkan nama baik seseorang yang bisa bermuara ke tindak pidana pencemaran nama baik,” ungkapnya.

Rahmad pun menuntut kubu AHY untuk segera memberikan klarifikasi atas pernyataan mereka terkait Moeldoko. Selain itu, Rahmad menuntut permintaan maaf dari kubu AHY.

“Kami minta kubu AHY untuk segera mengklarifikasi pernyataan tersebut dan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Indonesia, untuk tidak lagi menebarkan fitnah dan berita bohong,” tandas Rahmad. []