Banyak Hotel di Hong Kong Berubah Haluan Jadi Sewa Jangka Panjang

- Editor

Kamis, 24 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hong Kong. (Foto:Pelopor.id/Pixabay/ jprohaszka)

Hong Kong. (Foto:Pelopor.id/Pixabay/ jprohaszka)

Jakarta | Dana internasional dan investor lokal mengambil hotel di Hong Kong dengan tujuan mengubahnya menjadi sewa jangka panjang dan akomodasi mahasiswa, lantaran prospek industri pariwisata masih belum pasti.

Di masa lalu, pemilik hotel enggan menawarkan properti mereka untuk dijual, lantaran jutaan turis internasional berdatangan setiap tahun. Namun banyak yang berubah pikiran, ketika terjadi protes anti-pemerintah pada 2019, kemudian ditambah lagi dengan pandemi Covid-19 pada 2020.

Direktur Senior Layanan Penilaian dan Konsultasi Asia di Colliers Shaman Chellaram mengatakan, sejak dimulainya krisis akibat pandemi, sekitar 14 hotel telah berpindah tangan. Mengutip South China Morning Post, sebagian besar dari mereka dikonversi ke co-living atau akomodasi siswa.

Pekan lalu, Stan Group milik keluarga mendiang miliarder Tang Sing-bor, menawarkan 598 kamar Hotel Cozi Harbour View di Kwun Tong, untuk dijual dengan harga HKD 3,1 miliar (USD 400 juta), atau HKD 5,2 juta per kamar.

Bahkan, Kepala Pasar Modal JLL di Hong Kong Oscar Chan memprediksi akan ada lebih banyak hotel yang dipasarkan nantinya. Ia mengharapkan penilaian untuk hotel di daerah perkotaan akan terus meningkat, lantaran pembeli tertarik dengan potensi pendapatan yang stabil dari sewa jangka panjang atau co-living, yang bertentangan dengan pendapatan tamu tradisional.

Empat bulan lalu, AEW Value Investors Asia, dana ekuitas swasta tertutup yang didirikan di Luksemburg, membeli 388 kamar, 24 lantai Hotel Sav, yang terletak dekat dengan empat universitas, seharga HKD 1,65 miliar.

Hotel Sav dekat dengan Hong Kong Polytechnic University, City University of Hong Kong, Baptist University, dan Hong Kong Metropolitan University, yang semuanya merupakan favorit mahasiswa Tiongkok daratan.[]

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Sandiaga Uno: Festival Pacu Jalur Taluk Kuantan 2022 Buka Peluang Usaha

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:09 WIB

Unit Skatepunk, Man Sinner Getarkan Kopi Wangsa Bogor di Buitenstage

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:10 WIB

Tanah Air Project Hadirkan Pesan Toleransi di Festival Gospel Gifest 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:25 WIB

Man Sinner Tutup Swag Event Episode 130 dengan Energi Penuh

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:46 WIB

Ifan Seventeen Sentuh Hati Pendengar Lewat Single Jangan Paksa Rindu (Beda)

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:26 WIB

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:49 WIB

Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:47 WIB

Yure Andini Tawarkan Warna Musik Keroncong Modern Lewat Single Ya Kamu

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:46 WIB

Konflik Royalti Musik Rp 14 Miliar, LMKN Dilaporkan ke KPK

Berita Terbaru

Dokumentasi Boleh Gig edisi 7 Januari 2026. (Foto: Istimewa)

Musik

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Minggu, 11 Jan 2026 - 21:26 WIB